news

PBB Surabaya Ingatkan Walikota Segera Lakukan LOCKDOWN

Sabtu, 28 Maret 2020 | 17:11 WIB

" Keluarkan 1,3 trilyun untuk kebutuhan logistik warga yang berjumlah kurang lebih 700 ribu KK, 1,3 trilyun tidak akan menjadikan surabaya collapse secara ekonomi. PAD ( pendapatan Asli Daerah ) 8,7 trilyun dan masih banyak sisa untuk melanjutkan pembangunan surabaya," Saran Ketua PBB Surabaya ini.


Surin mendesak Surabaya harus segera melakukan lockdown dan segera kirim semboko ke tiap-tiap rumah agar warga bisa melakukan lockdown mandiri di rumah masing masing.


Beri keringanan biaya bidup yang lainnya seperti token listrik dan jaminan air layak di minum.


" Tak ada gunanya memfasilitasi penempatan bilik sterililasi di mall-mall, itu kan hanya menguntungkan pihak tertentu. Dan tidak perlu dipasang bilik sterilisasi tempat publik lainnya. Itu akan mengundang orang bergerombol ingin penasaran mencoba," Lanjut Surin.


Terlebih, tidak perlu pamer alat canggih seperti pesawat drone, karena belum terbukti bisa secara preventif mencegah penyebaran covid 19 ini.


Ditanya alasannya bersikap kritis adalah hanya ingin menyelamatkan nyawa warga kota surabaya disaat kondisi seperti ini, karena dirinya mengetahui bagaimana bahaya dan begitu cepatnya virus tersebut akan menyebar ditengah tengah masyarakat,


Surin menyadari bahwa tingkat kesadaran masyarakat Surabaya masih cukup rendah, Jadi perlu dorongan positif dari pemerintah untuk bangkit melawan covid 19. Dalam hal ini Surin mencontohkan bagaimana masyarakat dengan tenangnya meramaikan mall- mall, pergi keluar kota seperti ke villa-villa di kota batu atau malang. Belum lagi yang memaksakan membawa anaknya pulang dari pondok pesantren karena musim liburan. Tentu ini akan sulit terpantau bagi yang terjangkit dan mudah menularkan.


" Saya selaku ketua DPC PBB Surabaya sudah mengirim surat terbuka kepada walikota dan wakil walikota juga kepada DPRD Kota surabaya agar bisa memenuhi kebutuhan selama berdiam di rumah . Semoga mereka yang di beri amanah menyangkut hajat hidup orang banyak ini bisa lekas tangap," tuturnya.


Insya Allah masyarakat membantu menyukseskan sebuah gerakan nasional dalam menghadapi wabah COVID-19. Jika kebutuhan harian mereka dipenuhi, ujarnya.


"Sekali lagi kalau yang dilakukan risma hanya itu-itu saja. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana caranya menghentikan pandemi ini ketika sudah terlambat," katanya.


Jangan lah kawatir akan ekonomi surabaya collape terpuruk, yang penting selamatkan dulu nyawa warga surabaya.


"Sekali lagi, sebelum semuanya terlambat dan masih dapat kita selamatkan, marilah bekerjasama dengan cara bersama sama bukan sendiri, mosok walikota nyemprot disinfektan sendiri, memangnya tidak ada petugas , walikota itu cukup mengendalikan agar hasilnya bisa menyeluruh dan maksimal," katanya mengingatkan. (BNW)

Halaman:

Tags

Terkini