news

Anggap Ada Kemunduran Moralitas Pada Pemilu 2024, Kampus Undar Jombang Bersuara

Rabu, 7 Februari 2024 | 21:19 WIB
Rektor Undar Jombang bersama Mahasiswa (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dianggap oleh civitas akademika kampus Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang masalah serius dengan kebangsaan di Indonesia yang menjadi salah satu latar belakang Civitas Akademika kampus Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang bersuara.

Rektor Undar Jombang bersama jajaran pimpinan rektorat, dan mahasiswa mengeluarkan pernyataan sikap di halaman depan Kampus Undar Jombang, Jawa Timur pada Rabu (7/2/2024) siang.

Baca Juga: KH Abdul Hakim Mahfudz: Pesantren Tebuireng Jombang Tetap Netral Pada Pemilu 2024

Rektor Undar Jombang Amir Maliki Abitolkha mengutip bahasa Almarhum Nurcholish Madjid mengatakan bahwa salah dari bangsa Indonesia itu pada dimensi moralitasnya, moralitasnya yang salah.

"Ada gium kalau mau jadi anggota DPR mesti bayar, mesti punya sangu yang cukup. Kita tidak bicara integriti, kita tidak bicara integritas, kita tidak bicara kompetensi, lah ini perlu pelurusan - pelurusan," kata Rektor Undar Jombang Amir Maliki.

Menurut Amir Maliki, paling strategis melakukan pelurusan itu kampus, maupun pondok pesantren. Sebagaimana kita tahu Undar Jombang adalah kampus Tarikat.

Baca Juga: KPU Rohul Bimtek Rekapitulasi Hasil Perolehan Penetapan Kursi Serta Calon Pada Pemilu 2024. Seluruh Tahapan Hingga Lokasi TPS Tidak Ada Kendala

"Harus menjunjung tinggi nilai kepondokan, nilai akademik, dan yang utama nilai ke Tarikat," ujar Amir Maliki.

Kita tidak punya hubungan sosiologis, kita merasa ikut bertanggung jawab. Normalnya kedepan Calon Legislatif (Caleg) itu harus jualan kompetensi, jualan integritas.

"Kita masyarakat yakin siapapun yang kita pilih sungguh - sungguh memperjuangkan mereka yang memilih, Ini kan tidak," bebernya.

Baca Juga: Sukseskan Pemilu 2024 di Lokasi Khusus, Rutan Balikpapan Ikuti BIMTEK KPPS

Dalam perspektif hukum yang berlaku di Indonesia apa yang sudah berjalan sampai dengan hari ini. Jika tidak bisa maka kewajiban kita tentu menerimanya dengan tetap ke depan siapapun yang akan terpilih mesti didampingi oleh para pihak.

"Sehingga yang paling utama kepentingan bangsa bisa menjadi prioritas," ungkapnya.

Mahasiswa Undar Jombang Meyda Wulansari (23) Tahun mengapresiasi sikap jajaran rektorat kampusnya. Melakukan aksi memastikan netralitas kampus.

Halaman:

Tags

Terkini