Selasa, 21 Juli 2026

BUDAYA NIAS WARNAI MISA INKULTURASI ONO NIHA KATOLIK PADANG (ONIKA PADANG)

Photo Author
PUTRI KARTIKA ZEBUA, Nawacita Post
- Selasa, 1 Agustus 2023 | 11:38 WIB
Inkulturasi merupakan pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat
Inkulturasi merupakan pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat

NAWACITAPOST.COM Inkulturasi merupakan pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat sehingga dapat menciptakan suatu kesatuan dan persatuan yang baru, kebudayaan juga sebagai unsur yang memperkaya Gereja.

Minggu, 30 Juli 2023//Misa Inkulturasi yang dilaksanakan oleh etnis suku Nias Katolik Padang atau Ono Niha Katolik Padang (ONIKA Padang) berjalan dengan sukses dan meriah, acara dilaksanakan di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Padang, acara dimulai tepat pukul 08.30 WIB, acara diawali dengan arak-arakan Tari Baluse/Tari Perang Nias untuk mengantarkan umat ke dalam Gereja. Misa/ibadah dipimpin oleh Kepala Paroki St. Fransiskus Asisi Padang Baru Pastor/Romo PETRUS HARYANTO, SX. Umat yang hadir didominasi oleh etnis dari suku Nias Katolik dari berbagai Paroki/Stasi yang ada di Padang dengan berpakaian beragam macam model baju adat dari Pulau Nias.

-
Misa Inkulturasi yang dilaksanakan oleh etnis suku Nias Katolik Padang atau Ono Niha Katolik Padang (ONIKA Padang) berjalan dengan sukses dan meriah

"Hari ini sungguh luar biasa, refleksi sederhana saya ketika melihat tarian perang Nias tadi, saya sempat bartanya dalam hati siapakah yang sedang dijaga? Ternyata saya meyakininya bahwa semuanya untuk kemuliaan Tuhan, yang ingin dicapai dengan tarian semacam itu untuk menjaga Kristus itu sendiri". Ujar Romo Petrus pada saat menyampaikan Homili/Khotbah.

"Saya sedikit belajar tentang sejarah Nias terutama Nias di Padang ini, para leluhur kita yang lebih dulu ada disini tetap dengan setia memperhatikan bahwa iman akan Kristus adalah sesuatu yang berharga, ketika saya datang ke beberapa pemakaman orang Nias di Padang, tetap tertancapkan salib itu, ini artinya sampai akhir hayat kita, iman akan Kristus adalah                                                                                        sesuatu yang sangat berharga". Tambah Romo Petrus.

Ketua koordinator misa Inkulturasi Nias Katolik, Bpk. TAK MUDA MARUAO menyampaikan "persiapan misa inkulturasi ini hanya dua bulan, kita sepakat memberi istilah Misa Inkulturasi Ono Niha Katolik Padang atau ONIKA Padang, semua kita persiapkan dengan kerja keras, jadwal latihan kita perpadat dan puji Tuhan bisa terlaksana dengan baik"

"saya sangat gembira, bahagia dan merasakan sebuah hal yang nyata tentang kebersamaan antara orang Nias Katolik yang ada di Padang, selama ini kita tidak saling mengenal dan sekarang kita saling berbaur dan ini sangat luar biasa, terimaksih kepada pihak Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Padang, para donatur dan semua pihak lainnya yang telah berkontribusi sehingga acara ini terlaksana untuk memuliakan nama Kristus, semoga jerih lelah semuanya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya juga berharap ONIKA ini tidak berhenti disini saja, namun berkelanjutan sebagai wadah tempat kita berkumpul untuk membangun kekompakan serta persaudaraan dalam Kristus". Pungkasnya.

Misa Inkulturasi Ono Niha Katolik Padang turut dihadiri oleh Ketua Lembaga Kerapatan Adat Nias Padang (LEKANIS) : TAWANTO DAWOLO, Ketua DPD HIMNI Sumbar : EDISON HULU, S.T.h, M.T.h, Tokoh Intelektual sekaligus pemerhati budaya Nias : Dr. AM. MENDROFA S.H, M.H serta tokoh-tokoh lainnya. Setelah misa/ibadah selesai acara dilanjutkan dengan Tarian Maena Massal Nias di depan Gereja sekaligus pemberian kenang-kenangan kepada Pastor/Romo PETRUS HARYANTO, SX berupa baju rompi adat Nias, kemudian acara dilanjutkan dengan "Ramah Tamah" di lantai II aula Gereja St. Fransiskus Asisi Padang Baru.

Misa Inkulturasi Nias Katolik Padang ini diikuti kurang lebih 1000 orang umat, sebelumnya misa inkulturasi dilaksanakan oleh etnis Flobamora Nusa Tengara Timur, dan selanjutnya untuk dua bulan ke depan giliran etnis dari Suku Batak Sumatera Utara. (BW).

Editor: PUTRI KARTIKA ZEBUA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini