Kamis, 4 Juni 2026

Wapres Usul Uzbekistan Bangun Soekarno Memorial Library

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 14 Juni 2023 | 09:11 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengusulkan agar pemerintah Uzbekistan membangun sebuah tempat untuk mengenang jasa Presiden Soekarno di negara tersebut. Usulan itu disampaikan langsung kepada Perdana Menteri Uzbekistan Abdulla Nigmatovich Aripov dalam kunjungan kehormatan pada Selasa (13/6/2023).

Menurut Ma'ruf, Soekarno merupakan sosok yang berperan penting dalam mendorong dibangunnya makam seorang ahli hadis kenamaan, Imam Bukhari, di Uzbekistan. "Beliau lah yang mendorong pembangunan makam Imam Bukhari yang menjadi tempat ziarah dan dibangun yang mewah dan sekarang sedang dibangun kembali, itu adalah jasa Bung Karno," kata Ma'ruf dalam keterangan pers, dikutip Rabu (14/6/2023).

Ma'ruf menambahkan, rencana pembangunan Soekarno Memorial Library itu nantinnya akan dibicarakan oleh menteri pariwisata dari masing-masing negara. Menurut dia, hal ini penting karena Soekarno Memorial Library bisa menjadi simbol hubungan akrab kedua negara.

Ma'ruf menuturkan, PM Uzbekistan merasa hubungan antara dua negara sangat dekat, dimulai sejak era Bung Karno. Hubungan baik ini, salah satunya disebabkan oleh peran Bung Karno mendorong pembangunan makam Imam Bukhari. Karena itu, ia berharap usulan tersebut bisa segera diwujudkan pemerintan Uzbekistan.

"Mudah-mudahan itu bisa terlaksana," kata Ma'ruf.

-


Sebagaimana diketahui, kompleks makam perawi hadis Imam Bukhari yang wafat pada 870 masehi itu mulai dipugar secara menyeluruh setelah Uzbekistan melepaskan diri dari Uni Soviet. Atas inisiatif Presiden Islam Karimov, kompleks makam Imam Bukhari dibangun kembali pada 1998.

Bung Karno tercatat mengunjungi negara tersebut pertama kali pada 1956. Kemudian, berdasarkan catatan Diplomat Kementerian Luar Negeri Sigit Aris Prasetyo, kunjungan Soekarno ke Uni Soviet selanjutnya, terjadi pada Mei 1959, Juni 1961, dan terakhir pada September-Oktober 1964.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini