Kamis, 4 Juni 2026

Peristiwa Hari Ini, 25 Tahun Tragedi Trisakti

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 12 Mei 2023 | 09:09 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Tanggal 12 Mei 1998 atau 25 tahun lalu, demonstrasi besar-besaran terjadi di Indonesia. Peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Trisakti itu terjadi untuk menentang pemerintahan Orde Baru.

Dalam unjuk rasa itu, sebanyak 6 orang meninggal dunia. Sebanyak 4 orang di antaranya merupakan mahasiswa Trisakti yang tewas akibat penembakan aparat kepolisian dari satuan Brigade Mobile Polri maupun TNI yang berjaga. Selain korban tewas, terdapat puluhan mahasiswa lainnya yang menderita luka berat dan ringan.

Berikut ini adalah korban Tragedi Trisakti yang meninggal dunia.

1. Elang Mulia Lesmana (Fakultas Arsitektur Trisakti, angkatan 1996).
2. Hafidi Alifidin (Fakultas Teknik Sipil Trisakti, angkatan 1995) mengalami luka tembak di kepala.
3. Heri Heriyanto (Fakultas Teknik Industri Jurusan Mesin Trisakti, angkatan 1995) mengalami luka tembak di punggung.
4. Hendriawan (Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Trisakti, angkatan 1996) mengalami luka tembak di pinggang.
5. Vero
6. Alan Mulyadi

Tragedi Trisakti tersebut menimbulkan kerusuhan berikutnya yang utamanya terjadi di Medan, Jakarta, dan Surakarta. Dalam peristiwa tersebut, sasaran utama kerusuhan ini ialah orang-orang keturunan Tionghoa beserta aset-aset yang mereka miliki. Kerusuhan Jakarta selain terjadi di sekitar Jembatan Semanggi juga menyebar ke berbagai daerah Jabodetabek.

Penjarahan tempat perbelanjaan umum, yaitu Matahari di daerah Jatinegara dan Plaza Yogya di Klender berakhir tragis dengan tiba-tiba dibarikade dan terbakar. Sebanyak 1.000 orang yang terperangkap di dalam akhirnya tewas terbakar hidup-hidup.

Kronologi Tragedi Trisakti


Satu tahun sebelum Tragedi Trisakti, perekonomian Indonesia terganggu akibat adanya krisis finansial Asia sepanjang 1997 sampai 1999. Pada 12 Mei 1998, para mahasiswa termasuk mahasiswa Trisakti kemudian melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Gedung Nusantara.

Mahasiswa Trisakti melakukan aksi damai dari Kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pukul 12.30 WIB. Namun, aksi tersebut dihalangi olek pihak kepolisian yang disusul oleh kedatangan militer.

Beberapa perwakilan mahasiswa kemudian melakukan negosiasi dengan polisi terkait aksi tersebut. Pada pukul 17.15 WIB, para mahasiswa bergerak mundur dengan diikuti majunya pergerakan aparat keamanan.

Aparat keamanan memukul mundur mahasiswa dengan menembakkan peluru ke arah para mahasiswa. Akibatnya, para mahasiswa tercerai berai karena panik. Sebagian besar melarikan diri dan berlindung di Universitas Trisakti. Karena aparat tidak berhenti melakukan tembakan, satu persatu korban mulai berjatuhan dan dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras.

Aparat keamanan tidak hanya menembaki mereka dengan peluru karet, tetapi juga menggunakan peluru tajam. Insiden tersebut menewaskan enam orang korban dan dipastikan bahwa empat di antaranya adalah mahasiswa Trisakti.

Pada 2002 pengadilan militer menjatuhkan hukuman kepada 9 orang anggota Gegana/Resimen II Korps Brimob Polri. Tahun 2003 pengadilan militer juga menggelar persidangan bagi pelaku penembakan pada peristiwa Semanggi II yang belum jelas hasilnya.

Sampai saat ini, misteri penembakan tersebut masih terus menyelimuti sejarah kelam Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998. Akan tetapi, empat mahasiswa yang tewas dalam Tragedi 12 Mei 1998 itu dikenang sebagai Pahlawan Reformasi oleh pihak kampus. Bahkan, nama mereka diabadikan menjadi nama jalan di Kampus Usakti, Nagrak, dan Bogor.

Sementara pada 15 Agustus 2005 Presiden SBY menganugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama kepada empat orang mahasiswa Trisakti yang meninggal dunia akibat tembakan aparat keamanan dalam persitwa Trisakti Mei 1998, berdasarkan keputusan Presiden Nomor 057 / TK/ 2005 tanggal 9 Agustus 2005.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini