Rohul, NAWACITAPOST.COM - Terkat besaran Anggaran yang di kuncurkan oleh Pemerintah pada Pelaksanaan Pembangunan Gedung 6 Lantai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang hingga saat ini tidak berfungsi menjadi tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang sakit, salah alokasi anggaran Rp 34 Miliyar Tahap ke tiga, menurut Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr. Bambang Tidak masuk.
"Anggaran yang di Tahun 2013, seingat saya tidak ada anggaran masuk untuk lanjutan RSUD bang. Terima kasih informasinya,' tulis Kadinkes Rohul
Bambang melalui pesan WhatsApp nya diterima nawacitapost.com Jumat (5/5/2023) malam dengan mengkolom screenshot isi berita.
Saat dikonfirmasi ulang baik melalui pesan WhatsAppnya kembali Sabtu (6/5) pagi, Selamat Pagi Pak Kadis, berarti, Total Anggaran Bangunan Gedung 6 Lantai RSUD Rohul itu hanya 58 Miliar kurang lebih di 3 tahap ya ?
"Kalau yang Rp 34 Miliar itu belum masuk, Terima kasih," kata Kadinkes Rohul Bangunan Gedung 6 Lantai RSUD Rohul hanya 3 tahap, tidak ada yang Tahun 2013 Rp 34 Miliyar.
Anggarannya Tiga Tahap yakni, Di Tahun 2011 Pemerintah Pusat Melalui APBN Rp 19.5 Miliyar yang terealisasi bangunan dasar Rp 14.6 Miliar (Tahap Pertama)
Tahun 2012 dilanjutkan pembangunan Tahap 2 anggaran APBN Rp
9. 713.612.000 pemenang tender PT Karyanusa Sukseindo yang beralamat di Kota Pekanbaru nilai penawaran Rp 8. 710.419.000.
Dan pada Tahun 2016 dilanjutkan pembangunan Tahap 4 dana Bankeu Provinsi Riau Rp Rp 34.479.132.285.
"Bangunannya Tiga Tahap, Dua Tahap APBN Tahun 2011, Tahun 2012 Dan Bankeu APBD Provinsi Riau Tahun 2016. Audit sudah dilaksanakan, dan sekarang sedang berusaha bagai mana untuk dilanjutkan pembangunannya," Ujarnya.
Untuk diketahui berita sebelumnya, meski sudah mencapai sebesar Rp 82,8 Milyar biaya Pembangunan Gedung berlantai 6 Bangunan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang beralamat di Jalan Syekh Ismail Pasirpangaraian Kecamatan Rambah, alami sakit Mangkrak.
Pembangunan RSUD Rohul yang Gedung baru 6 lantai itu dimulai
sejak tahun 2011 lalu. Mirisnya hingga bulan Mei tahun 2023, artinya sudah lebih kurang 10 tahun mangkrak.
Sudah tidak mendukung program pemerintah pusat (Presiden Joko Widodo) untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat yang sakit, malah bangunannya dibiarkan sakit Mangkrak sampai tidak dapat ditemukan obatnya lagi.
Terlihat Bangunannya dipagari seng, Masyarakat yang datang berobat hanya bisa memandang dan membicarakan gedung yang megah itu, Mengapa ? Ada Apa ?, Kok Bisa ?.
Sementara itu tidak ada pihak yang bertanggungjawab baik pemerintahnya, tidak ada yang bisa menyampaikan ke publik apa yang menjadi kendala di Bangunan Baru RSUD Rohul itu ?.
Semuanya dinilai bungkam, seperti tak mau tahu, begitu juga Bupatinya tidak pernah berkomentar, meski sudah tahu bertahun tahun gedung ini mangkrak yang sudah menghabiskan anggaran Rp 82,8 miliar.
Adapun anggaran biaya Bangunan Gedung 6 Lantai RSUD Rohul tersebut,
Di Tahun 2011 Pemerintah Pusat Melalui APBN Rp 19.5 Miliyar yang terealisasi bangunan dasar Rp 14.6 Miliar (Tahap Pertama)
Tahun 2012 dilanjutkan pembangunan Tahap 2 anggaran APBN Rp
9. 713.612.000 pemenang tender PT Karyanusa Sukseindo yang beralamat di Kota Pekanbaru nilai penawaran Rp 8. 710.419.000.
Pada tahun 2013 Pemerintah kembali memberikan dana APBN Rp 34 Miliyar untuk lanjutan bangunan Tahap 3.
Dan pada Tahun 2016 dilanjutkan pembangunan Tahap 4 dana Bankeu Provinsi Riau Rp Rp 34.479.132.285 miliar dengan beberapa perusahaan PT/CV yang ikut tender yang
dimenangkan oleh PT. SPECTRATAMA PERKASA dengan penawaran Rp 34.254.000.000.000. namun di tahap 4 tersebut, Bangunan nya pun mangkrak hingga saat ini, dengan total anggaran Rp 8.9 Miliyar, PT. SPECTRATAMA PERKASA pun tidak melanjutkan pembangunannya.
Bangunan Rumah Sakit Kabupaten Rokan Hulu yang megah itu pun, terakhir berhembus Khabar, ada ditangani masalahnya oleh Polda Riau, yang dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Rohul dr.Bambang Triono beberapa waktu lalu, namun tidak dirincinya apa masalahnya.
Stetmen Gubernur Riau H.Syamsur lima tahun yang lalu atas bangunan gedung 6 lantai RSUD Rohul itu Mangkrak, kembali dipertanyakan masyarakat, karena pernyataan orang nomor satu di Riau sudah Lima tahun yang lalu juga tidak ada ujungnya. Ini stetmennya di kutip dalam salah satu akun Yutub wartawan
"Ya, Rumah Sakit Ini Mangkrak, Padahal Rumah Sakit ini terbagus di Riau. Sayang Rumah Sakit nya Mangkrak. Kami sudah sudah koordinasi untuk diaudit dulu, baik audit keuangan dan fisik bangunannya, sehingga secara teknisnya Bupati yang melaporkan kepada kami dan selanjutnya dikonsultasikan ke Aparat Penegak Hukum KPK sehingga tidak ada masalah dikemudian hari," kata Gubernur Riau.
Editor Fahrin Waruwu.