Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengaku jengkel karena produsen motor listrik lokal masih impor dinamo dari luar negeri. Padahal, mereka bisa memproduksi dalam negeri.
"Saya ini jengkel masa dinamo aja masih impor," ujar Moeldoko, belum lama ini.
Selain dinamo, Moeldoko juga membeberkan dua permasalahan lain terkait pengembangan motor listrik di Indonesia. Kedua persoalan tersebut berkaitan dengan baterasi dan kontroler.
Menurut Moeldoko, bila ketiga komponen tersebut masih didatangkan dari luar negeri, maka jangan harap harga motor listrik bisa lebih murah. "Saya sedang memikirkan, ada tiga komponen utama, dinamo, baterai dan kontroler," kata Moeldoko.
Kepala Kantor Staf Kepresidendan (KSP) itu berharap, ketiga komponen itu bisa diproduki dalam negeri. Untuk mewujudkan hal itu, Moeldoko aktif menjalin komunikasi dengan perguruan tinggi dan perusahaan di bidang terkait.
"Nah baterai ini agak sulit karena hi-tech ya, ini kita masih bergantung dari luar negeri. Tapi yang jelas, kalau itu semua tercapai, kita sebenarnya enggak perlu repot lagi (soal harga motor listrik)," ungkapnya.
Lebih jauh, Moeldoko memprediksi, saat seluruh komponen bisa diproduksi secara lokal, maka industri motor listrik di masa depan akan seperti UMKM. Sehingga, secara harga juga menjadi lebih terjangkau.
"Saya sudah katakan, bahwa ke depan industri motor listrik itu akan seperti UMKM. Karena semuanya ada, tinggal integrasi aja, yang penting kan ada standarisasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena berkaitan dengan keamanan," kata dia.
Diketahui, komponen motor listrik lokal saat ini memang masih bergantung pada impor. Hal tersebut bisa dibuktikan melalui angka kandungan lokal (TKDN) yang masih tergolong rendah. Bahkan, sejauh ini, baru ada 13 produk dari 8 merek motor listrik yang kandungan lokalnya di atas 40 persen.