JAKARTA, NAWACITAPOS--Komisi Pemberantas Korupsi atau KPK menyatakan telah mengantongi nama-nama penjual Motor Gede atau Moge Harley Davidson. Para penjual itu diduga bekerja sebagai ASN atau Aparatur Sipil Negara di DJP atau Direktorat Jenderal Pajak.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memerintahkan pembubaran klub moge Blasting Rijder DJP yang merupakan klub moge ASN Ditjen Pajak.
Pasca perintah tersebut, Situs jual beli daring mendadak diramaikan dengan bermunculannya penjual moge Harley-Davidson.
Tercatat di LHKPN, KPK Sebut Ayah Mario Dandy Punya Saham di 6 Perusahaan
Publik kemudian menduga moge tersebut dijual ASN DJP.
“Kita angkut nama-nama penjualnya ke Inspektorat Kementerian Keuangan, nama-nama ini pegawai siapa? Kita menduga kan ini pegawai Ditjen Pajak, tapi sebenarnya namanya sudah kita kumpulin dan sore ini kita bawa ke Kemenkeu untuk dicarikan, ada enggak nama pegawainya,” kata Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan di Jakarta, Rabu 1 Maret 2023.
Rafael Alun Trisambodo Tiba di KPK, Agenda Pemeriksaan Soal Harta, Rubicon dan Harley Davidson
Ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo Dipanggil KPK Hari Ini
Pahala juga mengatakan pihak KPK akan berkoordinasi dengan Samsat untuk memeriksa identitas pemilik moge tersebut.
“Kita mulai dengan Samsat, biasanya gitu dan di Samsat itu kita dikasih impornya dari mana, kapan, itu bisa kita cari. Oleh karena itu sebelum kita cari ke sana, kan kita cari dulu yang paling sederhana aja, nama, BPKB,” ujarnya.
Meski demikian Pahala berharap publik tidak langsung menyimpulkan tanpa alat bukti yang kuat, karena belum ada kepastian apakah penjual moge tersebut adalah ASN DJP. “Bisa jadi bukan (pegawai) pajak, bisa jadi istrinya anaknya, kan enggak tahu,” kata Pahala.