Surabaya NAWACITAPOST - Merasa kampungnya tak aman, pengurus kampung RT01 RW08 Kel/kec Sawahan minta ada pemasangan CCTV. Ini disampaikan saat reses Jaring Aspirasi anggota DPRD Dyah Katarina, Senin 30 Januari 2023, malam.
"Di kampung ini sering terjadi kehilangan Sepeda Motor, untuk itu kami mohon agar Pemerintah kota memasang CCTV," mohon salah seorang pengurus RT.
Dalam kesempatan berikutnya, warga juga sambat sudah puluhan tahun tidak punya MCK atau Jamban, sehingga seringkali saat ingin BAB harus nunut ke saudara atau tetangga kanan kiri.
Disisi lain, kepada Legislator PDI Perjuangan ini warga juga mengaku kebingungan dengan peralihan MBR menjadi GAMIS (Keluarga Miskin, red).
Disitu, Dyah Katarina yang pengalaman 13 tahun di PKK Surabaya mendapat laporan bahwa banyak warga kurang mampu di Sawahan yang saat ini tidak lagi tercover bantuan.
"Banyak warga yang sudah tidak tercatat sehingga luput dari bantuan keluarga miskin. Padahal, puluhan warga itu sebelumnya mendapat intervensi," ungkap salah satu Kader setempat.
Terhadap hal ini, Dyah berjanji akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait. "Kebutuhan CCTV, segera kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan agar segera bisa dipasang," kata anggota Komisi D ini.
Terkait data kemiskinan, Dyah mengakui ada banyak warga yang layak menerima bantuan, tetapi tidak terjamah. Untuk itu ia bersaran agar pengurus RT/RW pro aktif membuat laporan perubahan data keluarga miskin kepada Dinas Sosial sebelum tanggal 15 setiap bulannya.
"Pak RT dan pak RW harus pro aktif melaporkan perubahan data keluarga miskin. Yang belum dapat bantuan tapi layak, bisa diajukan," ungkap istri mantan Walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono.
"Kami di Komisi D bersama Dinsos Surabaya juga akan membahas permasalahan ini," sambung Dyah Katarina.
Selain wadul masalah infrastruktur, warga Sawahan juga mengeluhkan pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Soewandie.
Terkait hal ini, Dyah berjanji akan segera memanggil Dirut RSUD milik Pemkot Surabaya tersebut, untuk menggali sebenarnya ada permasalahan apa, sehingga pelayanannya masih kurang maksimal.
"Segera akan kami panggil Dirutnya," tegas Dyah. (BNW)