Kamis, 4 Juni 2026

Setorkan Sejumlah Uang, Puluhan Orang Jadi Korban Penipuan Iming Iming Kerja di Australia

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 4 Januari 2023 | 08:21 WIB

Jombang, NAWACITAPOST.COM - Puluhan orang dari berbagai daerah menjadi korban penipuan perempuan bernama Ismuasih (62) warga Dusun Juning, Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sebagai syarat penempatan kerja di Australia mereka harus menyetorkan sejumlah uang, namun hingga saat ini tak kunjung diberangkatkan ke Negeri Kanguru tersebut.

Berdasarkan salah satu keterangan korban, Kacung (47) warga Desa Kedungmentawar, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Ismuasih menjanjikan pekerjaan sebagai TKI di Australia kepada para korban.

Para korban mempercayai hal tersebut, karena adanya bukti over job yang diperlihatkan terduga pelaku penipuan.

“Setiap orang bervariasi setornya dari total yang harus diberikan agar bisa bekerja di Australia, kalau saya sudah Rp 30.000.000,- dan kekurangan atau sisanya saya jaminkan sertifikat tanah, tapi sampai sekarang saya tidak jadi berangkat,” ujar Kacung, kepada awak media pada Selasa (3/1/2023).

Terduga pelaku penipuan itu, menjanjikan korban yang sudah melakukan tahapan hingga setoran puluhan juta rupiah, tiap orang dapat diberangkatkan ke Australia dan mulai bekerja pertengahan 2022.

“Tapi sampai sekarang gak jadi berangkat, kita mulai curiga dan lihat-lihat info ternyata gak benar, dan kami minta uang dikembalikan tapi sampai sekarang tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Dikatakan Kacung, terduga pelaku juga telah menjanjikan puluhan kali untuk mengembalikan uang namun hanya kebohongan yang diterima. Bahkan hingga berita ini ditulis yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya.

“Dia bilang mau dikembalikan November 2022 dengan dilihatkan cek bank Rp 400.000.000, tapi kembali dibohongi lagi,” tambahnya.

Kemudian, korban penipuan lainnya iming-iming kerja di Australia adalah M Taufik (26) yang notabene sebagai tetangga terduga pelaku. Ia mengaku mengikuti buaian penipuan itu dari cucu terduga pelaku.

“Ya gimana gak percaya yang ngasih tahu saya itu cucunya, dia teman saya yang bilang neneknya sering berangkatkan orang kerja luar negeri, dan bilang kalau gak jadi berangkat akan tanggung jawab, ditulis di materai juga,” ujarnya.

Taufik hanya berharap jikapun uang korban tidak kembali, terduga pelaku diberikan hukuman agar tidak ada korban lainnya.

“Ya kalau bisa uang kembali, kalau tidak yang penting dapat hukuman biar tidak ada korban lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha telah menindaklanjuti dan mendalami kasus penipuan yang telah dilakukan Ismuasih kepada beberapa warga.

“Sudah kami tindaklanjuti dan hari ini masih proses pemeriksaan tahap pertama, dan selanjutnya kami akan koordinasikan dengan Polsek Mojowarno,” tandasnya.(*)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini