Minggu, 19 Juli 2026

Aliansi Peduli Petani Sampang Soroti Permainan Pupuk Subsidi

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 20 Desember 2022 | 20:30 WIB

Sampang, NAWACITAPOST.com – Kelangkaan dan carut marutnya manajemen pengelolaan hingga terindikasi adanya permainan pupuk subsidi di kabupaten Sampang, Aliansi Peduli Petani Sampang melakukan Audensi bersama DPRD dan beberapa pihak terlibat.

Audiensi digelar di Ruang Komisi Besar DPRD Sampang, yang dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Moh. Fathurrosi bersama anggotanya, Perwakilan Komisi Pengawasan Pupuk dan Partisida (KP3), Kepala Disperta-KP Suyono, Perwakilan PT. Pupuk Indonesia Cabang Sampang dan beberapa perwakilan petani Sampang, Selasa (20/12/22)

Menurut Nido Ketua Aliansi Peduli Petani Sampang menyampaikan, banyak ditemukan permasalahan yang merugikan petani bahkan terindikasi adanya permainan oleh oknum, padahal sejak tahun 2019 hingga tahun 2022 sudah ada peningkatan alokasi ribuan ton untuk membantu petani.

“Ini ada apa, padahal di tahun ini sudah ada penambahan ribuan ton kok masih kekurangan pupuk bersubsidi,” kata Nido

Dirinya juga merasa aneh, banyak para petani saat mau membeli pupuk di kios ketersediaan pupuk sudah tidak ada, bahkan informasinya sudah ada yang beli (nebus).

“Ini kan aneh,” kata dia.

Ditambahkan Nido pemetaan, pemerataan atau distribusi terhadap kuota pupuk di tiap kecamatan dinilai semrawut, diketahui ada beberapa kecamatan yang kuotanya dikurangi dan ada yang ditambah.

“Ini aneh, di kabupaten Sampang kuota dikurangi, ini kok di salah satu kecamatan malah kuotanya bertambah, apa acuannya, semestinya di semua kecamatan juga dikurangi dong,” terangnya

Ditempat yang sama, Suyono Kadisperta-KP Kabupaten Sampang mengatakan, langkanya pupuk bersubsidi di kabupaten Sampang karena adanya pengurangan kuota dari Provinsi.

“Solusinya perlu tambahan kuota,” kata Suyono.

Sedangkan mengenai mekanisme penyaluran dan alokasi kebeberapa daerah perlu komunikasi yang lebih intens dengan para pihak terkait, dan di akhir bulan Desember ini akan ada tambahan kuota 360 ton. (Kho/Sai)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini