Nganjuk, NAWACITAPOST.COM - Menanggapi Petani di wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) angkat bicara.
Ketika diwawancarai jurnalis Nawacitapost.com Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM FAAM Achmad Ulinuha pada Senin, (12/09/2022) mengatakan bahwa seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera ambil sikap dan keputusan, khususnya dinas pertanian.
"Karena dari dari kegagalan panen tersebut masyarakat hingga menjual barang yang dimiliki, seperti hewan ternak peliharaan mereka mulai dari Ayam, Kambing, Sapi, maupun kendaraan kesayangannya juga Sepeda Motor," kata pemuda yang biasa disapa akrab Cak Qodir di salah satu angkringan.
Cak Qodir menambahkan bahwa ini bukan persoalan yang ringan dan mudah, dikarenakan tiga ratus (300) hektar lahan sawah tersebut tidak selebar daun kelor, karena pepatah mengatakan "Dunia Tak Selebar Daun Kelor".
"Kalau tiga ratus (300) hektar lahan sawah tersebut gagal panen, karena menurut mereka rata-rata per satu (1) hektar bisa menghasilkan gabah sekitar tujuh (7) ton hingga sembilan (9) ton, berarti saat ini gabah yang musnah dalam satu (1) tahun sudah sekitar dua ribu seratus (2.100) ton hingga dua ribu tujuh ratus (2.700) ton," imbuh Qodir.
Lanjut Qodir menjelaskan bahwa dari tiga ratus (300) hektar lahan sawah tersebut dalam satu tahun bisa panen tiga (3) kali, dan dalam kondisi normal saja bisa menghasilkan gabah rata-rata dua ribu empat ratus (2.400) ton.
"Jadi kalau masih menunggu satu tahun lagi, apakah gabah yang musnah karena adanya gagal panen, ada yang bertanggung jawab atas kesediaan pangan, sementara warga masyarakat Nganjuk khususnya, bahan pokok utama sehari-hari mengkonsumsi nasi yang berasal dari beras," ujar Qodir.
Sementara pantauan jurnalis nawacitapost.com banyak terakhir banyak terpasang dan terpampang banner yang bertuliskan "Bareng Pak Jokowi Genjot Produksi Pangan!" Yang pada akhiran tulisan tersebut memakai "Tanda Seru (!)" yang mengandung arti "ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, atau emosi yang kuat".
Dalam banner tersebut selain tulisan ada dua (2) foto yakni Ir. Jokowi Widodo Presiden Republik Indonesia (RI) dan Moeldoko Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) di era Kabinet Indonesia Bersatu yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada Kabinet Indonesia Maju.
Selain itu terpampang jelas bahwa Moeldoko juga merupakan Panglima Tani, yang saat ini menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).(Bersambung/Tim/Skr/Sin)