Senin, 1 Juni 2026

P2TP2A Kota Batu Sampaikan Tak Ada Anggaran Untuk Kawal Kasus Kejember

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 6 September 2022 | 20:10 WIB

Kota Batu, NAWACITAPOST.COM - Laporan dugaan penculikan anak yang sudah dilakukan oleh seorang ibu dengan di dampingi ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak ( P2TP2A ) Kota Batu Jawa Timur belum di tidak lanjuti oleh team mengingat keterbatasan anggaran.

Seperti disampaikan oleh divisi hukum P2TP2A salma safitri, pada Senin (5/9/2022) mengungkapkan jika hal ini sudah di koordinasikan sebenarnya, namun apakan pemerintah punya spot anggaran, kita ini hanya tim. masyarakat yang di SK Kan oleh dinas.

"Jadi ketika kasus yang membutuhkan pelayanan extra seperti ini yang lokusnya di Jember, kami pasti butuh akomodasi, dan kami sendiri belum tau ada pos anggaran ke sana atau tidak," jelasnya.

Dan di agustus awal, kami baru diberitahu jika ada alokasi ke sana, sebelumnya kami belum tau jika ada dana alokasi khusus (Dak) yang di anggarkan ke sana (penyelesaian kasus anak), baru itu kami dipanggil dan mengetahui jika ada anggaran untuk itu," lanjutnya.

"Jadi kasus ini tidak tertangani dengan cepat, karena minimnya anggaran itu, coba jika sejak Januari 2022 kami mengetahui ada alokasi anggaran kesana, langsung akan tertangani kasus ini," Imbuhnya dengan nada tegas.

Sementara itu Aditya Prasaja, Kepala dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) sebenarnya di kami memang ada anggarannya dari DAK, cuma surat ini baru saya terima itu senin (5/9/2022).

"Dikami memang ada anggarannya yang bersumber dari DAK masalahnya saya baru mendapatkan suratnya senin kemarin, Karena untuk mencairkan alokasi anggaran untuk jangkauan luar kota kami membutuhkan bukti laporannya," Pungkasnya.(team rwl)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini