Jumat, 5 Juni 2026

Bangun Perekonomian Berbasis Pondok Pesantren, Kementerian Perindustrian Gelar Santripreneur di 6 Pondok Pesantren

Photo Author
Sitinjak, Nawacita Post
- Kamis, 1 September 2022 | 12:03 WIB

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Latih Kemandirian Santri, Kemenperin Gelar Santripreneur di 6 Ponpes Pemberdayaan ekonomi melalui penumbuhan wirausaha industri baru dapat dilakukan di mana saja, termasuk di lingkungan pondok pesantren.

Sejak 2013, Kementerian Perindustrian tak henti membina puluhan ribu santri untuk dapat menjadi wirausaha industri yang berkontribusi bagi perekonomian nasional.

“Untuk mewujudkan penguatan dan pengembangan IKM secara merata di seluruh wilayah Indonesia, pemerintah pusat memerlukan dukungan dari pemerintah daerah dan stakeholder lain seperti pondok pesantren dalam rangka pemberdayaan ekonomi umat. Sinergitas ini sangat diharapkan untuk memberikan efek domino positif dalam mengerek pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita secara virtual, Kamis (01/9/2022).

Menurut Agus, pondok pesantren memiliki potensi besar untuk menumbuh kembangkan ekosistem industri kecil dan menengah di Tanah Air. IKM terkenal memegang peran strategis dalam perekonomian nasional, terutama dalam hal penyediaan dan perluasan kesempatan kerja yang juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Apalagi, IKM terbukti lebih mampu bertahan di berbagai kondisi krisis ekonomi karena ketangguhannya. Saat ini, tercatat 4,4 juta unit usaha IKM (99,7% dari total unit usaha industri manufaktur), yang berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 10,36 juta orang.

Sementara itu, Menperin menilai pondok pesantren memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai tempat penumbuhan ribuan wirausaha baru. Selain karena jumlah santri di Indonesia yang luar biasa besar, pondok pesantren juga dikenal memiliki potensi pemberdayaan ekonomi yang digerakkan oleh para santri dan
pengurus pondok.

Berdasarkan data Kementerian Agama hingga Oktober 2021, jumlah pondok
pesantren di Indonesia tercatat sebanyak 35.093 unit pondok, dengan jumlah santri
di dalamnya sekitar 4.765.207 orang. Tak hanya itu, pondok pesantren dikenal
menjadi tempat menempa para santri yang berakhlak dan ulet, jujur, dan pekerja keras.

“Pondok pesantren juga memiliki potensi pemberdayaan ekonomi, mengingat sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi, mengembangkan berbagai unit usaha industri, dan memiliki inkubator bisnis. Para santri masa kini juga dituntut tak hanya mendalami agama, tetapi juga ilmu kewirausahaan sehingga ke depannya dapat mandiri membuka usaha sendiri, sepulang dari pondok,” ungkapnya.

Untuk mendukung penumbuhan wirausaha industri di lingkungan pondok pesantren, sejak 2013, Kementerian Perindustrian melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka telah menggelar Program Santripreneur dengan beragam jenis kegiatan di dalamnya.

Kemenperin telah menggembleng 10.199 orang santri di 88 pondok pesantren, melalui bimbingan teknis produksi, fasilitasi mesin dan peralatan, pendampingan materi kewirausahan dan digital marketing.

“Fasilitasi ini disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing pondok,” ucap Menperin.

Menperin mencontohkan, pada tahun 2019 Ditjen IKMA telah memfasilitasi
bimbingan teknis dan fasilitasi mesin/peralatan pengolahan roti di pondok pesantren Mabadi'ul Ihsan Kab. Banyuwangi.

Sebelumnya ponpes tersebut telah memiliki unit usaha pengolahan roti. Dan sejak diberikan fasilitasi tersebut, unit usaha yang awalnya hanya mampu memproduksi roti sebanyak 200 pcs/hari, hingga sekarang sudah dapat memproduksi roti 1000 pcs/hari dengan berbagai varian rasa yang dipasarkan melalui lingkungan pondok pesantren dan sekitarnya.

“Saya mendorong agar para santri di seluruh Indonesia, terutama di enam Pondok Pesantren yang saat ini sedang bergabung dalam Program Santripreneur, untuk menjadi santri milenial, yaitu santri yang mampu berproduksi dengan baik serta menguasai perkembangan teknologi digital dalam menjalankan unit usaha industrinya, atau yang ingin saya sebut dengan istilah “Santri Milenial 4.0,” tandasnya.

Editor: Sitinjak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini