Kamis, 4 Juni 2026

Momen Langka! Bendera Merah-Putih Berkibar di Kota Terlarang Tiananmen Saat Kunjungan Jokowi ke China

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Selasa, 26 Juli 2022 | 19:54 WIB
Bendera Indonesia Merah-Putih berkibar di Istana Kota Terlarang dan Lapangan Tiananmen, Beijing. (Sumber Foto : CNN Indonesia)
Bendera Indonesia Merah-Putih berkibar di Istana Kota Terlarang dan Lapangan Tiananmen, Beijing. (Sumber Foto : CNN Indonesia)

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Bendera Indonesia Merah-Putih berkibar di Istana Kota Terlarang dan Lapangan Tiananmen, Beijing, saat Presiden Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada Senin (25/7) dan Selasa.

Baca Juga : Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Beijing

Merah-Putih bersanding dengan bendera nasional China di dua ikon wisata kelas dunia yang berada tepat di titik nol kilometer Beijing itu. Kunjungan Jokowi itu ke Beijing dilakukan atas undangan Presiden China Xi Jinping.

"Ini salah satu bentuk dukungan kami terhadap kerja sama China dengan Indonesia yang berjalan semakin baik," kata seorang perwira polisi yang bertanggung jawab atas keamanan Istana Kota Terlarang-Tiananmen kepada ANTARA Beijing, Selasa.

Jokowi adalah salah satu diantara sangat sedikit kepala negara atau kepala pemerintahan yang mengadakan kunjungan kenegaraan selama pandemi COVID-19. Momentum seperti itu menjadi semakin langka karena Jokowi ditemui secara langsung oleh Xi di Beijing.

Karena itu, pengibaran bendera Merah-Putih di Istana Kota Terlarang dan Tiananmen juga merupakan kejadian sangat langka. Diketahui Presiden Jokowi beserta istri Iriana Jokowi dan jajaran kabinetnya tiba di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA) pada Senin pukul 21.30 waktu setempat (20.30 WIB).

Bendera Indonesia itu berkibar di tengah liburan sekolah akhir semester, yang bersamaan dengan liburan musim panas di China sehingga menjadikan Istana Kota Terlarang dan Lapangan Tiananmen dipadati ribuan wisatawan sejak pagi hingga sore hari. Kunjungan tersebut dilakukan melalui mekanisme lingkaran tertutup (close loop), mengingat China masih menerapkan kebijakan nol kasus COVID-19.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini