Kamis, 4 Juni 2026

Elon Musk Diisukan Selingkuh dengan Istri Salah Satu Pendiri Google, Sergey Brin

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Senin, 25 Juli 2022 | 14:18 WIB
Elon Musk diisukan berselingkuh dengan istri salah satu pendiri Google Sergey Brin yakni Nicole Shanahan. Wall Street Journal melaporkan bahwa Musk diduga memutuskan persahabatannya dengan Brin setelah berselingkuh dengan Shanahan.
Elon Musk diisukan berselingkuh dengan istri salah satu pendiri Google Sergey Brin yakni Nicole Shanahan. Wall Street Journal melaporkan bahwa Musk diduga memutuskan persahabatannya dengan Brin setelah berselingkuh dengan Shanahan.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Elon Musk diisukan berselingkuh dengan istri salah satu pendiri Google Sergey Brin yakni Nicole Shanahan. Wall Street Journal melaporkan bahwa Musk diduga memutuskan persahabatannya dengan Brin setelah berselingkuh dengan Shanahan.

BACA JUGA : DJKI Konfirmasi Pendaftaran Merek Citayam Fashion Week 

Elon Musk dan Sergey Brin sendiri cukup akrab satu sama lain. Mencuatnya kabar ini membuat Musk dan Brin memutuskan persahabatan mereka.

Seperti dikutip detikINET dari New York Post, perselingkuhan Musk dengan istri Brin diduga terjadi pada Desember tahun silam dalam sebuah pameran seni tahunan bernama Art Basel. Pameran itu didatangi oleh para kolektor kaya raya.

Waktu itu, Elon Musk telah putus dengan kekasihnya, penyanyi Grimes pada bulan September. Hubungan Brin dengan sang istri memang sedang kurang akur terkait pandemi Corona dan urusan merawat anak mereka.

Menurut Wall Street Journal, Sergey Brin dan Shanahan masih hidup bersama, tapi sudah dalam proses berpisah. Shanahan dilaporkan meminta harta gono gini senilai USD 1 miliar kepada sang mantan suami yang adalah salah satu orang terkaya di dunia.

Di sisi lain, tim hukum Elon Musk akhirnya memberi respons atas gugatan yang dilayangkan Twitter terhadap Elon Musk.

Menanggapi gugatan tersebut, tim hukum Elon Musk mengatakan, Twitter meminta persidangan yang begitu cepat dan tidak masuk akal. Tim Elon Musk pun meminta agar persidangan tidak diadakan, setidaknya hingga tahun 2023.

"Persidangan memerlukan tinjauan forensik dan analisis data dalam jumlah besar (terkait dengan klaim seputar akun bot dan spam di Twitter)," kata tim hukum Elon Musk, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Sabtu (25/7/2022).

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini