Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Forum Anak Remaja (Fara) Majalengka bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Majalengka menyelenggarakan Agenda Tahunan Kongres Anak Majalengka kedua yang difasilitasi oleh Dinas PPPAKB.
Dalam kongres tersebut, penitia mengambil tema "Merumuskan Suara Anak Majalengka untuk berpartisipasi dalam Pembangunan" yang bertempat di Aula DP3AKB Kabupaten Majalengka, Sabtu (16/07/2022) kemarin.
Kegiatan kongres anak Majalengka dapat terselenggara atas kerjasama dengan beberapa pihak terutama adanya dorongan dari Dinas P3AKB Kabupaten Majalengka dan yang menjadi motor penggerak ialah Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Majalengka.
Hal itu disampaikan oleh M Lutfi Al Rahmi sebagai Ketua Forum Anak Remaja Majalengka, bahwa agenda ini adalah inisiasi LPAI Majalengka dengan Forum Anak pada tahun kemarin dan sekarang.
"Agenda Kongres yang kedua ini dilaksanakan secara hybrid, karena difasilitasi oleh DP3AKB Majalengka. Tidak lain bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kami selaku anak-anak untuk berpendapat dalam berbagai aspek untuk menciptakan anak Majalengka yang aktif, kreatif dan Inovatif," ungkap M Luthfi Al Rahmi saat dikonfirmasi, Minggu (17/07/2022).
Hal yang sama diungkapkan oleh Aris Prayuda, Ketua LPAI Majalengka mengatakan agenda itu sebagai ajang bagi anak anak Majalengka dalam membahas berbagai persoalan yang terjadi menimpa anak anak di Kabupaten Majalengk.
"Dengan saling bertukar pikiran, dan merumuskan solusinya dari permasalahan yang dihadapi anak-anak untuk kemudian menghasilkan "Suara Anak Majalengka" yang nanti akan dibacakan pada Upacara Perayaan Hari Anak Nasional 23 Juli 2022 mendatang yang akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Majalengka dan DPRD Majalengka," ujar Aris Prayuda.
Aris Menambahkan dari Total 5 Kluster pembahasan Forum Kongres Anak, ada dua Point besar untuk dikawal bersama yakni Permohonan pada Pemda untuk menerbitkan Perda Kawasan Tanpa Rokok dan Mendorong Pemda untuk senantiasa memberikan Fasilitasi Pendampingan dan Pelatihan Pemberdayaan bagi anak anak.
"Terkhusus bagi SLTA yang nanti menginjak usia diatas 18 tahun, dimana sudah siap Kerja dengan kemampuan yang sudah dilatih dan dibina oleh Pemda Majalengka," tambahnya.
Sementara itu, Abidin selaku Sekretaris Dinas DP3AKB Majalengka menjelaskan Kongres anak ini juga menjadi bentuk komitmen dari Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) karena KLA tidak bisa tercapai tanpa sinergi dari berbagai pihak.
"Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan ruang kepada anak-anak dalam Kongres Anak ini untuk memberikan ide, gagasan, kepada pemerintah agar Majalengka menjadi kabupaten yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia dan Majalengka pada khususnya" tandasnya.
Adapun Kegiatan ini dihadiri oleh 50 Perwakilan anak terdiri dari Forum Anak Remaja Majalengka, Forum Pelajar Sadar Hukum, Forum OSIS dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Majalengka serta 10 pendamping dari pengurus LPAI Majalengka.