Kamis, 4 Juni 2026

Kenali, Apa Itu Penyakit Virus Hendra? Cara Penularan dan Pencegahannya

Photo Author
safrianasyahra, Nawacita Post
- Selasa, 7 Juni 2022 | 10:59 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Penyakit virus hendra disebabkan oleh Virus hendra (sebelumnya disebut equine morbillivirus) yang tergolong dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Virus Hendra pertama kali ditemukan pada 1994 di daerah bernama Hendra, di pinggiran kota Brisbane, Australia. Virus itu ditemukan saat wabah penyakit pernapasan dan neurologis menyerang kuda dan manusia.

Di Indonesia, virus Hendra pernah terdeteksi di Pontianak, Kalimantan Barat dan Manado, Sulawesi Utara, pada 2013 lalu. Para peneliti menemukan antibodi virus Hendra pada puluhan kelelawar di dua daerah tersebut.

Dalam kasus virus Hendra, kelelawar merupakan reservoir atau tempat patogen bersarang dan berkembang biak untuk dapat menularkan penyakit.

Virus Hendra masih satu keluarga dengan virus Nipah-- yang menginfeksi hewan ternak babi dengan agen penularan kelelawar pemakan buah. Di tempat asalnya ditemukan, virus Hendra menginfeksi kuda, dengan masa inkubasi antara 5-16 hari.

Bagaimana Cara Penularannya?

Penyakit virus Hendra dapat menular dari inang alami flying fox (kelelawar dari genus Pteropus) ke hewan lain dan ke manusia (zoonosis).

Penularan manusia ke manusia hingga saat ini belum dilaporkan. Penularan virus Hendra ke manusia dapat terjadi setelah terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi virus Hendra. Kuda dapat terinfeksi setelah terpapar virus dalam urin flying fox yang terinfeksi.

Bagaimana Cara Pencegahannya?

  1. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan, konsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, etika batuk/bersin

  2. Hindari perburuan hewan liar

  3. Hindari kontak dengan hewan ternak (seperti kuda) yang kemungkinan terinfeksi. Bila kontak menggunakan alat pelindung diri. Gejala hewan yang terinfeksi meliputi saluran pernapasan dan neurologi seperti demam, kesulitan bernafas, ataksia.

  4. Konsumsi daging secara matang

  5. Tidak mengonsumsi produk buah langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengkontaminasi

  6. Tidak menambahkan tanaman buah sebagai sumber makanan kelelawar sekitar peternakan

  7. Cuci dan kupas buah secara menyeluruh dan buah buah yang memiliki tanda gigitan kelelawar

  8. Bagi petugas kesehatan terapkan pencegahan dan pengendalian infeksi

  9. menghindari kontak dengan orang yang dicurigai atau terinfeksi termasuk cairan tubuhnya

Editor: safrianasyahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini