Surabaya NAWACITAPOST - Kasus harian Covid-19 di wilayah Jawa-Bali diklaim telah menurun drastis. Pemerintah Pusat, kini menyiapkan sejumlah strategi transisi menuju endemi.
Angka penurunan tak hanya terjadi dari sisi kasus harian Covid-19 semata. Melainkan juga dari sisi keterisian tempat tidur/bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit, serta angka kematian. Bahkan, kini angka kesembuhan terus merangkak naik.
Atas dasar itu, pemerintah kembali menetapkan sejumlah kabupaten/kota Jawa-Bali masuk dalam kategori PPKM level 2, termasuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Di Kota Surabaya sendiri dalam lima hari terakhir Pertambahan angka kasus positif berada dibawah 200 Kasus harian. Pada tanggal 16 Maret terdapat 185 Kasus , 17 Maret 143 kasus , 18 Maret 165 Kasus , 19 Maret 109 Kasus , 20 Maret 103 Kasus.
Wakil Walikota Armuji menyebutkan berbagai pelonggaran Aktivitas masyarakat tidak berarti harus melonggarkan kedisiplinan Mematuhi Protokol kesehatan.
" Momen baik untuk menggenjot kembali perekonomian , apalagi dalam waktu dekat masuk bulan Ramadhan " , kata Armuji
Berbagai kelonggaran diantaranya tidak ada lagi Kewajiban PCR dan Antigen sebagai syarat perjalanan , Bebas Karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri , Pengurangan Waktu Karantina jemaah Umrah dan Penonton Kompetisi Olahraga Hadir Fisik.
" Sentimen Positif terhadap geliat ekonomi perlu didorong bersama lintas sektor sehingga pembangunan kota Surabaya juga berjalan lancar" , tegas Wakil Walikota Armuji
Pelonggaran persyaratan perjalanan tidak membuat prokes hilang. Ia menyeru agar masyarakat tetap menjalankan prokes 3M dan 5 M. Masyarakat juga dipacu selalu menggunakan Peduli Lindungi bila beraktivitas. (BNW)