Kamis, 4 Juni 2026

Aning Rahmawati: Masyarakat Butuh Edukasi Politik

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Minggu, 20 Februari 2022 | 21:02 WIB
Aning Rahmawati saat menggelar reses bersama warga RW 7 Medokan Ayu.
Aning Rahmawati saat menggelar reses bersama warga RW 7 Medokan Ayu.

Surabaya NAWACITAPOST - Mengemban tugas kedewanannya, Anggota komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, kembali menyapa warga melalui agenda Reses. Minggu 20 Februari 2022, Politisi PKS ini kesempatan bertemu dengan warga RW 7, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut.

Disitu, banyak hal yang menjadi keluhan warga setempat, termasuk kebutuhan pavingisasi jalan dan pemasangan box culvert.

"Aspal jalan kampung banyak yang rusak, dan kita sudah mengajukan ke pemkot untuk pavingisasi namun belum juga terealisasi, hanya sebatas survey," ujar Joko Dewantoro, ketua RW 7.

Selain masalah jalan, warga setempat juga mengeluhkan kondisi saluran air yang kecil. Manakala diguyur hujan lebat, warga yang bermukim di Jalan Medokan Asri Tengah dan Jalan Medokan Asri Timur dipastikan kebanjiran.

"Harapannya, dengan adanya wakil dewan kita bisa mendapat jalan keluar, paling tidak tercerahkan bagaimana proses mengajukan ke dalam musrenbang," tandasnya.

Sementara itu, Aning Rahmawati menuturkan, ada dua jalur yang bisa digunakan oleh warga untuk mengajukan pembangunan. Pertama, melalui musrenbangkel. Kedua, lewat pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.

Menurutnya, masyarakat masih banyak yang belum memahami tentang tata cara pengajuan dan aturan-aturan dalam musrenbangkel. Begitu pun tata cara pengajuan pembangunan melalui pokir anggota dewan.

"Untuk itu, memang harus banyak edukasi politik supaya partisipasi politik masyarakat meningkat. Dengan begitu, masyarakat memahami alur kerja dan bisa berkolaborasi dengan DPRD Surabaya," jelasnya.

Selanjutnya, Aning menegaskan akan terus mengawal permasalahan banjir di Medokan Ayu. Total ada 15 RW yang meliputi kawasan tersebut. Aning tak ingin hanya memperhatikan sektoral, namun mengawal secara holistik.

Seperti misalnya persoalan drainase. Dia mendorong agar pihak kelurahan pun juga bisa menjadi ujung tombak dari pemkot, utamanya dalam merealisasikan Sistem Drainase Lingkungan Pemukiman (SDLP) di Medokan Ayu.

"Itu yang sedang betul-betul saya perjuangkan, supaya di Medokan ini SDLP-nya segera beres. Karena sejauh ini baru 150 hektare SDLP yang dikerjakan dari total 750 hektare," terang perempuan lulusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Aning mengharapkan perencanaan penanganan banjir yang belum tercakup dalam Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) bisa didetailkan ke SDLP.

"Semua aspirasi yang masuk melalui reses ini akan menjadi pokir DPRD dan diparipurnakan nanti. InsyaAllah menjadi prioritas saya untuk masuk dalam APBD-P 2022," tuntas Sekretaris MPD PKS Surabaya ini. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini