Mentawai, NAWACITAPOST -Pemkab Kepulauan Mentawai melalui dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tahun ini mengusulkan sejumlah sekolah mulai dari Paud, SD dan SMP untuk bisa masuk Program Sekolah Penggerak (PSP). Dimana, pihaknya tengah melakukan pendataan sekolah-sekolah yang bisa masuk program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
Kepala Disdikbud Kepulauan Mentawai, Oreste Sakeru mengatakan, bahwa, saat ini Mentawai masuk dari 10 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat yang belum mengusulkan PSP. Menurut dia, sekolah di Kepulauan Mentawai yang nantinya masuk program PSP selain dapat menjadi percontohan juga dapat anggaran langsung dari APBN.
“Kita maunya, sekolah yang kita usulkan bisa diterima semua dalam program PSP. Namun, tentunya, tergantung anggaran dari Kementrian Dikbud. Minimal dari 10 Kecamatan yang ada di Kepulauan Mentawai ada jenjang pendidikan yang masuk PSP ini,” ungkapnya.
Menurut dia, program kementrian yang dimulai tahun 2020 tersebut, dalam rangka menjawab tantangan atau kondisi pandemi yang tidak hanya dialami oleh Indonesia, namun, juga dunia. Melalui program ini, sekolah yang masuk dalam PSP akan mengarah kepada teknologi atau kondisi kekinian. Namun, tetap berpedoman pada 8 standar pendidikan.
“Program ini sebetulnya dalam rangka mengejar ketertinggalan pendidikan selama pandemi. Nantinya, sekolah yang masuk PSP akan dilatih dan membuat perjanjian kerjasama dengan Kementrian melalui Pemkab Mentawai,” ungkapnya.
Menurut dia, sekolah yang masuk dalam PSP di Kepulauan Mentawai akan menjadi pilot projek atau sebagai sekolah yang tidak hanya sebagai percontohan, namun, juga membantu sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya. Dimana, nantinya sekolah yang sudah diusulkan akan dipantau oleh Kementrian Dikbud melalui Dapodik. (Saohagolo)
https://youtu.be/tNfSHIjK8YQ