Sabtu, 25 Juli 2026

Cengkeh Masih Jadi Sumber Pendapatan Unggulan di Mentawai

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Jumat, 10 Desember 2021 | 23:52 WIB
Mentawai, NAWACITAPOST -Di tengah berbagai macam potensi tanaman di Kepulauan Mentawai, cengkeh masih menjadi varietas unggulan. Dimana, saat ini, varietas cengkeh jenis Sansibar Kepulauan Mentawai sudah mendapat sertifikasi dari Kementrian Pertanian (Kementan).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perternakan, Kepulauan Mentawai, Hatisama Hura kepada wartawan, Jumat, (10/12/2021) siang. Dia mengatakan, varietas cengkeh di Mentawai ada 3 jenis, yakni, Sansibar, Sikotok dan Siputih.

“Namun, untuk keunggulan berada pada jenis Sansibar. Selain, banyak digunakan untuk salah satu bahan untuk rokok dan bumbu dapur serta obat-obatan, cengkeh Sansibar lebih mudah dibelah dan bunganya lebih kecil,” ungkapnya.

Kepala bidang tanaman pangan holtikuktura, Andre Kasianus menambahkan, bahwa, potensi dan sebaran cengkeh Sansibar hampir merata di Kepulauan Mentawai. Terutama di wilayah Pulau Siberut dan Pulau Sipora. “Sejak dulu Mentawai sudah dikenal sebagai penghasil cengkeh dengan kualitas terbaik di Sumatera Barat. Sebaran, varietas ini yang cukup dominan dan memiliki kualitas bagus berada di desa Siriloggui, Kecamatan Siberut Utara,” ungkapnya.

Namun, kata dia, tahun ini produksi cengkeh sedikit menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, hal itu disebabkan kondisi harga jual cengkeh kering yang cenderung turun setiap masa panen tiba. Hal ini, kata dia, membuat semangat petani menurun dan beralih pada varietas lain.

Rata-rata setiap satu batang pohon cengkeh, kata dia, bisa menghasilkan 20 kilogram cengkeh kering setiap panen. Selama ini, kata dia, varietas cengkeh Mentawai, merupakan kualitas terbaik dan ekspor. Hanya saja, dari sisi harga belum begitu menguntungkan petani. (saohagolo)

Simak informasi menarik lainnya di youtube NAWACITA TV 


https://youtu.be/IYdnLEIzp-8

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini