Kepala Dinas Sosial Kota Malang Penny Indriani membenarkan kabar tersebut, "Sekarang sudah dibawa oleh ibunya kembali tinggal bersama di Sidoarjo," kata Penny saat dihubungi media, Selasa (23/11/2021).
Penny mengungkapkan, bahwa Dinsos Kota Malang siap memberikan penyuluhan dan penguatan mental jika diinginkan oleh korban dan keluarga. "Dinsos siap kalau butuh penguatan-penguatan, tapi korban sudah dibawa ibunya ke Sidoarjo," ujar Penny.
Baca Juga : Penumpang Kapal dan Penerima Bantuan Pemerintah di Mentawai Wajib Vaksin
Kondisi murid yang masih duduk di kelas 6 SD di salah satu panti asuhan yang berada di Kawasan Jalan Teluk Grajakan, Kota Malang itu sekarang dalam kondisi trauma.
Kuasa hukumnya, Merda menjelaskan jika kliennya mendapat penganiayaan di lapangan yang berada di Perumahan Puri Palma oleh 8 orang pelaku yang kabarnya disuruh oleh istri dari pelaku utama yang telah mencabuli korban.
Sebelumnya, penganiayaan gadis itu terekam video kemudian ramai di media sosial. Dalam video berdurasi 2:20 detik itu korban di siksa beramai-ramai oleh beberapa anak di sebuah lapangan.
Diketahui, anak perempuan dalam video tersebut tinggal di salah satu panti asuhan di Kota Malang yang juga pondok pesantren selama 6 tahun. Sang ayah disebut mengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sementara sang ibu seorang asisten rumah tangga (ART) sehingga jarang menjenguk anaknya.
Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV
https://youtu.be/huOi4DUWt7Q