Kamis, 4 Juni 2026

Balai RW Penting Diadakan, Gerindra Surabaya: Masalah Lahan, Urusan Pemkot

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Senin, 1 November 2021 | 17:48 WIB
Surabaya NAWACITAPOST - Menjelang tahapan verifikasi partai Politik 2022, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra kota Surabaya kembali menggelar Pendidikan politik kepada para pengurus dan kadernya.

Dikemas dalam agenda rapat konsolidasi, sasaran kali ini dikhususkan perkuatan struktur PAC dan Ranting partai Gerindra Surabaya dapil 3, Minggu 31 Oktober 2021, di Zoom Hotel jalan Jemursari Surabaya.

Sesuai tema, BF Sutadi, ketua DPC Gerindra Surabaya berpesan agar para pengurus dan kader Partai Gerindra meningkatkan perannya membantu pemerintah dalam percepatan penanganan covid-19 di kota Surabaya.

" Jangan takut berpolitik, karena semua karier bisa juga dicapai melalui Partai politik. Bedanya, kita tidak berjuang untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat," Ucapnya kepada puluhan pengurus dari enam kecamatan, yaitu kecamatan Bulak, Mulyorejo, Rungkut, Tenggilis Mejoyo, Sukolilo dan Gunung Anyar.

"Ketika Anda berhasil berjuang untuk masyarakat, maka mereka akan memberi respect kepada kita dengan suara, " tambahnya.

Partai Gerindra, kata Sutadi, mengharapkan semua kader yakin Prabowo Subianto bisa menjadi Presiden RI. " Ini bukan hanya untuk pribadi Prabowo atau kader Gerindra, tapi untuk kepentingan seluruh masyarakat Indonesia, " Katanya.

Pada kesempatan itu, Sutadi yang pernah menjabat Asisten Pemerintah Kota Surabaya ini juga menjelaskan tentang tugas dan kewajiban kader dan pengurus Partai Gerindra.

Tugas kader partai Gerindra saat ini adalah membantu pemerintahan Joko widodo.

" Kalau ada kader yang ngomong aneh-aneh atau mencemooh pemerintahan Jokowi, tolong jangan diikuti, " Ujarnya.

Kader juga diharapkan untuk memperluas KTAnisasi. "Target per kader, satu hari satu KTA, bisa dari keluarga terlebih dahulu, kemudian ke orang terdekat, " Kata Sutadi yang juga menjadi pengajar di salah satu Universitas swasta di Surabaya.

Saat Pemilu nanti, kader wajib menjadi saksi untuk partai Gerindra. " Saksi harus bermental bagus dan berpendirian kuat, tidak bisa terpengaruh dengan lainnya termasuk oleh penyelenggara, " Kata Sutadi.

" Saya yakin, partai Gerindra akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik, " Imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, A. Hermas Thony Sekretaris DPC Gerindra Surabaya memaparkan terkait peran Kader Gerindra di masyarakat.

" Kader Gerindra harus membawa solusi bagi permasalahan masyarakat. Tampung permasalahan, sampaikan kepada kami, dan Fraksi Gerindra yang bertugas mengeksekusi. Melalui reses, Fraksi juga dapat mengidentifikasi permasalahan," katanya.

Menurut Thony, Fraksi Gerindra sangat berperan dalam pembangunan kota Surabaya. " Gerindra seringkali menjadi Pioner dan kemudian dianggap baik dan diteruskan oleh Pemkot," ungkap Thony yang merupakan Wakil ketua DPRD Surabaya ini.

Diantaranya, menjadi pioner pavingisasi kampung di 2001 untuk mengatasi masalah banjir dan kekumuhan.

" Waktu itu sempat ditolak Bu Risma, tapi kemudian diterapkan di seluruh kampung se-Surabaya," lanjutnya.

Gerindra juga menjadi pengusul awal untuk peninggian tanah makam yang kemudian banyak dilakukan di Surabaya.

Nah, saat ini, Gerindra menganggap penting adanya balai RW disetiap kampung, mengingat Balai RW dapat digunakan untuk semua pelayanan dan kegiatan warga.

Idealnya, balai RW bisa menampung antara 70 hingga 100 warga untuk berkegiatan. Nantinya disitu juga ada PAUD, Koperasi RW serta pelayanan yang lain, sehingga kegiatan sosial di kampung semakin hidup.

" Di era internet dan teknologi, aspek sosial masyarakat jadi berkurang. Kalau nanti ada perang teknologi, kemudian sarana komunikasi diserang dan mati, bisa jadi pertahanan kita hanya mengandalkan dari aspek sosial yaitu kerukunan warga," ungkap Thony berandai-andai.

Harapannya, kader Gerindra bisa mendorong pembangunan balai RW di tempat tinggalnya masing-masing terlebih dapat berperan aktif dalam setiap pelayanan dan kegiatan warga.

Kendalanya, menurut Angkatan ’94 FISIP UGM ini, adalah ketersediaan lahan yang bisa dibangun. " Kita data semua, RW mana yang tidak punya tanah. Kalau tidak punya, ya kita minta pemerintah kota untuk membelikan. Karena ini merupakan tanggung jawab Pemkot," tukasnya. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini