Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah mengantongi 75 nama yang terbukti melakukan kecurangan saat pelaksanaan SKD CPNS di Kabupaten Enrekang dan Sidrap.
Kepala BKD Sulsel Imran Jauzy akan melakukan klarifikasi pada tiga kebupaten terkait temuan Kemenpan-RB. "Belum, karena belum resmi toh. Tapi ada suratnya bahwa terjadi kecurangan ini, ini ditangani oleh siapa, sekian orang, kita turun," ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (29/10/2021).
Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah
Imran menyatakan ke-75 peserta yang terbukti berbuat kecurangan itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan antara panitia lokal atau ASN. Terkait soal kasus kecurangan ini, Ia menilai sudah menjadi tanggung jawab BKN untuk mendiskualifikasi peserta yang terbukti curang.
"Itu ranahnya BKN, apakah akan di-blacklist atau bagaimana itu dari BKN. Tapi yang pasti itu didiskualifikasi, orang terlambat saja di-dis apalagi kecurangan," bebernya.
Cek Berita viral di TikTok NAWACITA, klik Disini
Imran mengaku modus kecurangan yang terjadi yakni dengan memasang remote acces dalam komputer yang dipakai saat tes SKD CPNS. Pengadaan komputer untuk pelaksanaan tes SKD CPNS meamang dilakukan oleh daerah. "Alat itu nanti dikendalikan dari luar, jadi orang yang ikut itu cuma duduk manis saja. Itu ketahuannya kalau disuruh pindah itu anak dan enggak mau pindah, dicurigai toh," katanya.
Sebelumnya BKN mengumumkan ada sebanyak 225 peserta terindikasi melakukan kecurangan dan mendapatkan sansi tegas dari Panselnas. Mengetahui hal ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) Tjahjo Kumolo beserta Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberi hukuman dengan mendiskualifikasi nama peserta sebagai anggota kepesertaaannya dan bagi oknum yang terlibat akan diproses secara hukum.
https://youtu.be/syR8q2wy05M