Sabtu, 18 Juli 2026

Sosialisasi PIP, Warga Jambangan: 'Terima Kasih Mbak Puti, Terima Kasih PDIP, Terima Kasih Pak Jokowi'

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Selasa, 14 September 2021 | 00:06 WIB
Surabaya NAWACITAPOST – Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan gagasan Presiden Joko Widodo di periodenya yang pertama 2014-2019.

Program ini diluncurkan untuk membantu para siswa agar tidak putus sekolah akibat perekonomian orang tua. Sekaligus mendukung tercapainya program pemerintah wajib belajar 12 tahun.

Hari ini, senyum gembira nampak di wajah puluhan orang tua siswa warga kecamatan Jambangan. Hal itu terlihat saat mereka menghadiri acara sosialisasi dan serah terima Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2021 melalui jalur Aspirasi DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Puti Guntur Soekarno.

Dalam kesempatan yang berbahagia tersebut, Ketua PAC PDI Perjuangan kecamatan Jambangan-Surabaya, Muhammad Sunar memastikan bahwa kader PDI Perjuangan berusaha selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.

" PIP adalah salah satu bukti bahwa PDI Perjuangan selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya kepada para penerima manfaat PIP yang hadir di posko Gotong Royong PDI Perjuangan kecamatan Jambangan, Perum Kebonsari LVK, Senin 13 September 2021, malam.

Menurut Sunar, PDI Perjuangan juga akan selalu membantu pemerintah dalam merealisasikan program-programnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sunar menjelaskan, untuk tahun ini, siswa yang ter-SK kan dan berhak menerima bantuan PIP di kecamatan Jambangan sebanyak 75 siswa. Dengan rincian, SD sebanyak 40 siswa, SMP 27 siswa, dan 8 siswa yang memperoleh PIP SMA/SMK.

Ia pun berharap, bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sekolah anak. " Jangan dibuat untuk keperluan yang lain," katanya.

Tak lupa Sunar juga mengucapkan terima kasih kepada Puti Guntur Soekarno anggota DPR RI Komisi X, yang telah memfasiltasi bantuan ini sehingga kebutuhan siswa-siswi dimasa belajarnya dapat terbantu, khususnya kepada orang tua mereka di tengah masa pandemi sekarang ini.

" Saya mohon, kita semua mendukung mbak Puti Guntur Soekarno dalam melaksanakan program-programnya selaku anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan," pesannya.

Sementara itu, Yordan M. Batara-Goa anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yamg turut mendampingi serah terima tersebut memastikan Program ini sangat bermanfaat bagi siswa, terutama dimasa-masa sulit Pandemi seperti saat ini.

“Bapak Ibu, pencairan PIP adalah wujud komitmen PDI Perjuangan terhadap wong cilik. Saya pun, sebagai wakil rakyat dari PDIP juga menegaskan komitmen kami terhadap pendidikan wong cilik.” ungkapnya

Dalam hal pendidikan, Yordan anggota Komisi A ini juga menegaskan komitmennya untuk membantu memfasilitasi Ijazah SMA/SMK yang tertahan di sekolah.

“Malam ini, jika ada siswa siswi SMA dan SMK di Surabaya yang ijazahnya masih ditahan pihak sekolah karena ada tunggakan bisa langsung menghubungi saya. Saya akan mengupayakan agar bisa diselesaikan.” lanjut Yordan

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa sebagian sudah tuntas, namun yang meminta bantuan selalu bertambah.

” Ada sekitar 20 SMA dan SMK yang masih harus dimediasi satu persatu dengan menghadirkan anak dan orang tua, ” Ungkapnya.

” Prinsipnya kita mau win win solution. Orang tua terbantu. Anak bisa melamar pekerjaan. Sekolah juga mendapat manfaat,” imbuhnya.

Aliyudin, staf Puti Guntur Sukarno yang juga menjadi koordinator PIP Surabaya-Sidoarjo saat menyampaikan paparannya terkait Program Indonesia Pintar (PIP), Senin 13 September 2021

Disisi yang sama, Aliyudin, staf Puti Guntur Sukarno yang juga menjadi koordinator PIP Surabaya-Sidoarjo mengutarakan bahwa Program ini merupakan salah satu program unggulan presiden Jokowi yang merupakan kader PDIP.

"Sesuai komitmen di PDI Perjuangan, siapapun kader PDI yang menduduki eksutif wajib membuat program yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat kecil," ungkapnya.

PIP, kata Aliyudin, dikeluarkan untuk memfasilitasi anak-anak agar tidak putus sekolah, sehingga program wajib belajar 12 tahun dapat tercapai dan kedepannya bisa lebih.

Prioritas penerima PIP adalah anak-anak yang tidak mampu dan sangat membutuhkan.

" Ada banyak anak dari keluarga tidak mampu, tapi sudah tidak bantuan karena sudah mendapatkan dari pemerintah melalui program yang lain," katanya.

Nominalnya bervariasi. untuk siswa SD mendapat 450rb, SMP 750 rb, dan untuk siswa SMA/SMK mendapat bantuan sebesar 1 jt. Sedangkan bagi siswa yang dalam masa transisi, hanya mendapat setengah dari jenjang saat pengajuan.

Pada kesempatan itu, Aliyudin juga menerangkan beberapa problem hingga siswa dinyatakan tidak bisa di SK kan. Antara lain adalah Nama siswa tidak valid.

Artinya, nama siswa atau nama ibu kandung tidak sesuai dengan data di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Kemudian ada juga siswa yang sudah didaftarkan melalui jalur kedinasan, dalam hal ini adalah dinas pendidikan.

Aliyudin kembali menjelaskan bahwa pendaftaran PIP bisa melalui 2 jalur, yakni jalur kedinasan melalui MBR atau mitra warga.

Dan PIP saat ini adalah melalui jalur aspirasi DPR RI komisi X, bidang pendidikan dan kebudayaan. Lewat jalur ini tidak ribet karena hanya diminta data siswa.

Untuk siswa Madrasah tidak bisa diusulkan karena mereka dibawah kementrian agama, dan jalur aspirasi belum ada akses kesana.

Diakhir, membawa pesan Puti Guntur Soekarno, Aliyudin memastikan selama masih menjadi anggota DPR RI komisi X, Puti akan selalu mengusahakan bantuan untuk para siswa termasuk memfasilitasi Program Indonesia Pintar.

" Mbak Puti berpesan, PIP adalah hak anak untuk biaya pendidikan, misal beli buku, bayar les, transport ke sekolah dll. Jadi orang tua tidak boleh menggunakan untuk keperluan yang lain," ucapnya.

" Kemudian mbak Puti juga berharap agar PIP bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan para siswa dan memompa semangat siswa untuk dapat berprestasi," imbuh Aliyudin.

Herianto, warga Kebonsari salah satu orang tua siswa penerima PIP mengaku bersyukur, bahwa selama 2 tahun ini telah terbantu pembiayaan untuk pendidikan putranya masih duduk di bangku sekolah dasar ini.

" Terima kasih Mbak Puti, terima kasih PDI Perjuangan, terima kasih pak Jokowi," ucap Herianto. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini