Alfre bekerja membersihakan kebun sawit saat itu diterkam oleh harimau dan langsung Alfre dibawa oleh harimau tersebut. Beberapa warga sekitar mencari korban sehingga malam itu dengan usaha menggunakan alat manual berupa senter, parang dan kayu mencari korban. Dengan usaha dan kerja keras, jasad korban tanpa kepala telah ditemukan pada pukul 22.50 WIB Minggu (29/08), kurang lebih 1-5 KM dari tempat korban bekerja.
"Sesuai informasi dari salah satu tokoh masyarakat Sungai Apit sekaligus Sekertaris Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Siak Shari, S.Pd., menyampaikan di grup FPK bahwa yang diterkam harimau Sumatera di Kampung Teluk Lanus diduga Alfarel Waruwu umur 15 Tahun," ucap Kepala penghulu Teluk lanus.
Satwa liar tersebut sebelumnya pada bulan Juli 2021 yang lalu telah memangsa beberapa ternak warga dan apa lagi satu orang warga tentangga kampung terluka berat akibat cakara se ekor harimau sehingga warga setempat membuat resah dan ketakutan saat beraktifitas di luar maupun di dalam Rumah,
Salah satu tokoh masyarakat Shari, juga melihat dan mendengar informasi dari warga sekita saat ke lokasi Kampung Teluk Lanus bahwa ada beberapa harimau yang berkeliaran dengan cara berkelompok dan berkeliaran di kebun warga, baik ďari lokasi ternak warga maupun di lahan kebun warga Teluk Lanus yang berkeliaran.
Lanjut Shari, Harimau Sumatera yang berkeliaran tersebut merupakan harimau dewasa satwa liar yang terancam punah tersebut mendekati pemukiman penduduk beberapa bulan terakhir secara berkelompok maupun sendiri–sendiri.
Akibat kejadian itu, warga setempat yang berprofesi sebagai petani ketakutan untuk pergi berkebun. Alasannya karena sudah banyak ternak, ditambah lagi ada korban luka berat yang kena cakaran harimau yang dilindungi tersebut dan saat ini korban hilang kepala akibat diduga diterkam harimau yang ganas tersebut.
Ketua Dewan pengurus Cabang Himpunan masyarakat Nias Indonesia (DPC HIMNI) Kabupaten Siak, Sokhiaro Halawa didampingin oleh Penasehat Elizaro Ziliwu, Sekertaris Felixman Tefaoli Ndruru,S.T dan Bendahara HIMNI Siak Herman pelani di kantor sekertariat DPC HIMNI Siak.
"Kami mengucapkan turut berduka cita semoga korban diterima di sisi tuhan dan keluarga tabah sabar menerimanya dan mengharapkan kepada dinas terkait agar melakukan lakukan patroli besar-besaran supaya harimau di tangkap dan tidak bertambah korban jiwa atau ternak masyarakat," ucap Sokhiaro.
"Kami meminta pemerintah Kabupaten Siak, Pihak terkait, polisi dan terkhusus Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau Melalui BKSDA Kabupaten Siak agar bergerak cepat untuk mengatasinya. Tentunya nyawa manusia diatas segalanya. Mungkin surat yang telah dilayangkan oleh Camat Kampung Teluk Lanus Langsung direspon serta diekspos beberapa media, agar turun ke lokasi mengambil tindakan untuk melakukan patroli bersama masyarakat terlebih–lebih Pemerintah (BKSDA) Siak,” Tegasnya.
-
-
(Sokhiaro Halawa)