Kamis, 4 Juni 2026

Jangan Buat Surabaya menjadi Pusat Pesebaran Covid

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Selasa, 3 Agustus 2021 | 19:14 WIB
Surabaya NAWACITAPOST - Tujuan yang baik, apabila dilakukan dengan tidak benar, hasilnya pun akan jauh dari kata baik.

Hal ini mengawali wawancara wakil ketua DPRD Surabaya A.H Thony kepada Nawacitapost terkait kerumunan di hari pertama, Selasa 3 Agustus 2021, kegiatan vaksinasi yang digelar di Convention Hall Grand City Surabaya oleh pemprov jatim bersama beberapa institusi, lembaga dan organisasi.

Kerumunan hebat juga sempat terjadi di GOR 10 November (G10N), lapangan Thor dan tempat lain beberapa hari belakangan.

Yang terjadi di Grand City, target yang diberlakukan memang untuk umum dengan batas usia diatas 12 tahun. Dengan adanya batasan tersebut, secara otomatis melubernya kerumunan juga disebabkan oleh para orang tua yang turut mengantar putra-putrinya untuk divaksin.

Baca juga :






  • Kerumunan dan Antrian Vaksinasi di Thor, PPKM Level 4 jadi Sia-sia






Harapan masyarakat, menurut A.H Thony, Surabaya secepatnya bisa turun menjadi PPKM level 3 bahkan level lebih minim, sehingga seluruh kegiatan kembali normal sesuai instruksi Menteri Dalam Negri (Mendagri) No. 27 tahun 2021.

Akan tetapi apabila terus terjadi kerumunan hebat saat gelaran vaksinasi Kolosal, bisa jadi menjadi 'Cluster Vaksin' di Surabaya yang dampaknya akan lebih hebat.

" Tidak semua masyarakat yang mengikuti vaksinasi massal atau kolosal itu sehat. Takutnya, apabila ada satu dua orang saja yang positif, akan menularkan ke ribuan peserta yang hadir," Ungkapnya.

Kami mengapresiasi seluruh usaha penanganan covid, namun harus dilakukan secara benar sehingga tidak blunder di kemudian hari.

" Evaluasi kembali dan jangan jadikan Surabaya menjadi pusat pesebaran covid," Tambah A.H Thony.

Kepada pemerintah kota Surabaya, Thony juga mempertanyakan peran satgas covid pemkot Surabaya yang berkewajiban melakukan assesment.

" Acara-acara masyarakat yang hanya melibatkan puluhan orang tak diberikan ijin bahkan dibubarkan. Tapi acara pemerintah yang jelas-jelas mengumpulkan ribuan orang justru dibiarkan. Ini jelas dinilai masyarakat bahwa pemerintah kota Surabaya tidak konsisten dalam penanganan covid,” Tegasnya.

Kerumunan hebat terjadi saat gelaran vaksinasi di lapangan Thor Gelora Pancasila, Jumat 30 Juli 2021 lalu

Untuk itu, Thony kembali mengingatkan agar pemerintah kembali memfungsikan puskesmas-puskesmas yang ada disetiap kelurahan. Atau kalaulah memang untuk pelajar, seyogyanya dilakukan di sekolah masing-masing yang tentunya melalui jadwal dan pengawasan protokol kesehatan yang ketat.
(BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini