Surabaya NAWACITAPOST - Suara ambulans yang hampir selisih 5 menitan membuat warga keputih ketakutan hingga puncaknya mereka (Warga Kelurahan Keputih, Sukolilo, Surabaya) meminta semua mobil jenazah untuk mematikan sirine saat melintas di kampungnya. Mereka juga mengimbau agar para pengantar jenazah tidak bersikap arogan.
Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah, meminta kepada pihak - pihak terkait agar dapat mencarikan solusi permasalahan ini dengan bijak. " Jangan sampai ada yang merasa resah atau bahkan merasa ditakuti dengan adanya suara ambulans yang hampir berjeda 5 menitan tersebut," ungkapnya, melalui sambungan selularnya, Jumat (16/7/21) malam.
Situasi di wilayah tersebut, menurut Laila warga sempat dibuat ketakutan oleh suara ambulans yang diketahui sehari bisa sampai 100 kali lewat dengan jeda waktu hampir 5 menit-an. Dan selain suara keras yang ditimbulkan sirine ambulans, terkadang keluarga jenazah begitu arogan dijalan. Hal ini sangat mengganggu warga, terutama yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumahnya sesuai anjuran pemerintah.
" Padahal kunci utama penyembuhan Covid adalah dari fikiran, jadi hal ini juga harus ada perhatian serius bagi semua pihak. Mari cari solusi yang baik, misal, sopir ambulan bisa diberi pengertian agar diwilayah pemukiman, sirine dapat dimatikan atau dikecilkan volumenya," terang Laila Mufidah.
Laila Mufidah, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB)
Kedua, yang juga sangat penting adalah wacana membuat makam baru di Waru Gunung sesuai ucapan Sekretaris Daerah kota Surabaya, Hendro Gunawan tempo hari.
Menurut Sekda, Pemkot Surabaya telah menyiapkan tambahan lahan makam baru di kawasan Waru Gunung yang luas lahannya diperkirakan 10 hektare, guna menantisipasi TPU Keputih dan Babat Jerawat yang mulai penuh. Hanya saja, sampai saat ini lokasi tersebut belum digunakan.
Untuk itu, Laila Mufidah politis perempuan dari PKB ini mendorong agar pemerintah segera merealisasikannya. " Jangan sampai nanti seolah kaget melihat TPU Keputih dan Babat Jerawat penuh dan tidak ada kesiapan di Waru Gunung. Tentunya juga melalui prosedur yang benar dan tidak menimbulkan kerugian pihak manapun," tandas Laila. (BNW)