Foto : Foto : Kepala Dindagkop UKM Pekalongan Joko Purnomo, ST. dan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dindagkop UKM Pekalongan Sri Haryati, S.Sos.MM.
Hal ini memang sejalan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan yang akan terus berinovasi digital. Tentunya mengimplementasikan salah satu program 100 hari kerja Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE. (Aaf) dan Wakilnya H. Salahudin, STP. Kabid Perdagangan pun mengatakan bahwa usai dilaunching pada November 2020 lalu, ini cukup banyak pelaku usaha dan UMKM yang berminat untuk bergabung.
-
“Untuk aplikasi Loka Pasar Batik tahun 2020 kan sudah dilaunching sama Bapak Wali Kota bulan November 2020. Dan ini pelaksanaan tetap berjalan. Alhamdulillah sampai saat ini masih tetap kita kelola dengan baik dan lancar. Jadi bagi para pelaku usaha, khususnya batik ya yang ada di Kota Pekalongan bisa bergabung dengan Loka Pasar Batik. Nanti bisa menghubungi Bidang Perdagangan untuk mendaftar dan membawa atau memfoto produknya,” lanjut Sri Haryati.
BACA JUGA: Pantas Jokowi Tunjuk, Sikap Mensos Risma Patut Dicontoh
Sri Haryati pun menjelaskan bahwa adapun ilmu yang akan disampaikan ke para pelaku usaha dan UMKM yang ikut bergabung. “Nanti setelah di bidang perdagangan, akan kita ajarkan bagaimana cara untuk ikut atau bergabung dengan loka pasar batik. Untuk sampai saat ini Alhamdulillah sudah ada penjualan dari masyarakat melalui Loka Pasar Batik ya. Untuk UMKM saja yang kemarin yang setelah kita mengadakan pelatihan di Pasar Grosir Setono sekitar 30 UMKM,” katanya.
BACA JUGA: Wanita Hebat Itu Pergi Selamanya, Sukses Hantar Menkumham Yasonna Laoly Luar Biasa
“Ya memang karena keterbatasan waktu dan anggaran dari kita. Ya secara perlahan – lahan nanti sesuai dengan target kita kedepannya seluruh UMKM batik yang ada di Kota Pekalongan bisa bergabung. Jadi melalui media ini harapan kita agar pelaku usaha khususnya batik bisa bergabung dengan loka pasar batik yang ada di Kota Pekalongan. Untuk syaratnya memang produknya khusus batik. Lokasinya dimana pun boleh ikut. Jadi tidak ada syarat tertentu,” papar Kabid Perdagangan.
BACA JUGA: Kisah Cinta Menkumham Yasonna Laoly Diketik Terakhir Kepergian Istri
Kabid Perdagangan Dindagkop UKM itu pun menjelaskan bahwa gampang untuk bergabung dengan Loka Pasar Batik. “Mungkin nanti secara langsung bisa menanyakan ke bidang perdagangan. Hanya foto produknya saja. Dan mungkin no hp atau WA yang dipunyai oleh pelaku usaha. Jadi tidak ada syarat tertentu. Melalui WhatsApp, jadi tinggal diketik WhatsApp yang kita punya. Kalau ini penjualannya ya, jadi nanti kalau pelaku usahanya nanti dari admin Bidang Perdagangan yang akan memberikan pelatihan sedikit. Mudah, tidak repot dan praktis,” ungkapnya.
-
“Jadi nanti dari pembeli atau masyarakat tinggal klik WhatsAppnya. Nonya 0811415048888. Ini kita kerjasama dengan Bank Mandiri. Jadi nanti di aplikasi itu nanti setelah kita klik produk yang kita inginkan. Nanti pembayarannya nanti lewat mana. Shopee, Bank Mandiri, Bank BNI, ada semua disitu. Tinggal nanti klik lagi pengirimannya bisa lewat Grab atau lewat nanti toko sendiri bisa. Seandainya rumahnya di Kota Pekalongan bisa diantar oleh tokonya sendiri. Jadi mudah, tidak perlu ke toko atau grosir,” jelas Sri Haryati.
-
Sri Haryati juga menjelaskan bahwa Loka Pasar Batik ini juga memudahkan pembeli atau konsumen di seluruh Indonesia dalam bertransaksi. “Untuk Loka Pasar Batik, kita sudah penjualan dan pengiriman langsung ke konsumen. Jadi tinggal klik WhatsApp tadi. Kemudian nanti akan keluar macam jenis produk. Tinggal klik. Nanti kan ada pilihan bayar. Nanti kan kalau sudah ditransfer, nanti dari bidang perdagangan akan memperoleh pesan di WhatsAppnya itu,” ujarnya.
-
“Kemudian dari admin kita menyampaikan ke pelaku usaha kalau ada barang yang dibeli. Jadi nanti pelaku usaha menyiapkan barang – barangnya setelah ditransfer. Kemudian uang dari pelaku usaha itu langsung besoknya lagi bisa diterima setelah barang dikirim ke pembeli. Sudah ada beberapa melakukan transaksi loka pasar batik. Ini se Indonesia ya, karena kita kerjasama dengan Bank Mandiri,” imbuh Sri Haryati.
-
Kabid Perdagangan itu juga menjelaskan bahwa ini sangat bisa membantu dalam menstabilkan kembali pendapatan ekonomi para pelaku usaha dan UMKM khususnya produk batik di Kota Pekalongan. “Jadi kalau luar Pekalongan bisa lewat pengiriman paket gitu. Karena kan selama masa pandemi itu penjualan batik agak sedikit turun. Jadi untuk meningkatkan penjualan, salah satu pemasaran onlinenya dengan loka pasar batik ini,” tutupnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)