Foto : Public hearing
Erli mengatakan. Bahwa pihaknya ingin standar pelayanan diketahui masyarakat luas. “Hari ini kami dari Dinarpus diberikan kesempatan oleh Bagan Organisasi untuk menyampaikan standar pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat. Harapannya, di acara public hearing ini untuk mendengarkan perwakilan dari masyarakat untuk memberikan pendapatnya, saran, masukannya, kritikannya kepada kami dari Dinarpus ini dalam memberikan pelayanan,” ungkapnya.
-
“Barangkali masih ada yang perlu diperbaiki. Barangkali masih ada yang perlu ditingkatkan. Inilah kesempatan bagi kami untuk menyampaikan standar pelayanan yang kami berikan kepada masyarakat untuk mendapatkan feedback kepada kami untuk di kemudian hari kami perbaiki, kami sempurnakan. Kalau target dari sasaran, mungkin kalau dari si penyelenggara kan ada di Bagan Organisasi,” tambah Plt. Dinarpus.
BACA JUGA: Pantas Jokowi Tunjuk, Sikap Mensos Risma Patut Dicontoh
Plt. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menambahkan. Bahwa public hearing memberikan manfaat kepada masyarakat. Yaitu mengetahui tentang standar pelayanan. “Tapi kalau dari kami Pemberi Layanan kepada masyarakat ini paling tidak kami akan mengetahui kira – kira layanan yang sudah kita berikan ini apakah sudah cukup baik dinilai masyarakat atau ada hal – hal yang perlu tadi perbaikan,” jelasnya.
BACA JUGA: SBY Bohong Soal Minta Dana APBD Dipakai Bangun Museum Pribadi?
“Jadi target kami untuk mendapat pendapat, saran dan masukan kritikan dari public hearing ini dalam rangka perbaikan layanan yang kami berikan kepada masyarakat. Arsip tentu sangat penting bagi kita semuanya kalau kami dari DinArsip kan tugasnya menyimpan arsip. Tapi arsip ini tidak semata – mata menjadi urusannya dari Dinas Kearsipan Perpustakaan semata. Bahkan setiap kita, seseorang ini dari mulai lahir sampai mati itu mempunyai dokumen – dokumen penting,” tambah Erli.
BACA JUGA: Capres Dukungan PDIP Bisa Menang Telak Pilpres 2024, Ini Buktinya!
Erli Noviati melanjutkan penjelasannya. Bahwa penting kearsipan dokumen apa saja yang harus diketahui oleh masyarakat. “Dimana dokumen itu harus disimpan, dikelola dan diarsipkan dengan baik. Sehingga apabila sewaktu – waktu dokumen itu diperlukan maka dengan mudah kita untuk mengambilnya memanfaatkannya dengan baik. Jangan sampai arsip ini dikelola dengan tidak baik,” lanjutnya.
-
“Sehingga pada saat dibutuhkan malah kita kesulitan untuk menemukannya. Sehingga kita kadang kehilangan momen untuk bisa berbicara banyak. Karena didukung dari adanya arsip tersebut. Pesan kami khusus untuk yang tentang dua hal kami ya. Kepada perpustakaan, kami mengharapkan bahwa masyarakat ini untuk meningkatkan minat baca buku lah ya. Karena dengan membaca buku ini kita akan mendapatkan banyak ilmu, banyak pengetahuan, banyak wawasan, banyak informasi,” imbuh Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
-
Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan mengatakan bahwa pihaknya pun berharap agar masyarakat bisa segan dalam membaca. Tidaklah lagi enggan dalam membuka buku setiap halamannya. “Sehingga kami mengharapkan masyarakat ini berbondong – bondong datang ke perpustakaan daerah Kota Pekalongan. Sehingga indeks literasi masyarakat Kota Pekalongan ini bisa meningkat,” ungkapnya.
-
“Yang kedua, dari sisi kearsipan, kami mengharapkan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menyimpan arsipnya itu dengan sebaik – baiknya di tempat yang aman, di tempat yang tidak rawan akan bencana dan lain sebagainya. Karena kita semuanya itu sangat membutuhkan dokumen – dokumen yang kita punyai ini. Sehingga kalau misalkan dokumen itu disimpan di tempat yang baik, yang benar sesuai dengan ketentuan maka akan dengan mudah kita mendapatkan arsip tersebut. Sehingga kita mendapatkan kemanfaatan dari informasi yang tersimpan dalam arsip tersebut,” tandas Erli. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)