BACA JUGA: Pasca Terduga Teroris Afiliasi ISIS Baku Tembak di Mabes Polri, Rumah Ketum PA 212 Dilempari Batu
"Anda, Veronica Koman, bukan orang Papua. Anda tidak lebih dari seorang provokator. Anda hanya mencari keuntungan atas kekisruhan ini. Saya harap, Anda Veronica Koman jangan campuri lagi urusan Papua, Anda adalah provokator yang pengecut bersembunyi di luar negeri,” ujar Nickas S Messet, salah seorang mantan tokoh senior pendiri OPM, dalam acara webinar “Memahami Papua, serta Upaya Penyelesaian Secara Kolaboratif dan Holistik" pada (08/05/2021).
BACA JUGA: Tak Hanya Suami, Istri juga Bisa Selingkuh Ngamar Lho, Ini Buktinya!
Tokoh Papua yang juga mantan Menteri Luar Negeri OPM selama 15 tahun tersebut telah menyatakan. Veronica Koman dikenal setelah terjadinya demonstrasi di Papua yang dipicu oleh insiden rasis di Surabaya pada (04/09/2019). Dia ditetapkan sebagai tersangka. Karena dituduh telah melakukan penghasutan dan memprovokasi melalui media sosial, saat ini berada dalam pelariannya di Australia. Menurut Nickas, masih ada kelompok kriminal di Papua. Tapi eksistensinya sudah semakin melemah, yaitu OPM tersebar dalam empat faksi. Yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dengan Presiden Victor Yeimo.
BACA JUGA: AHY Terbelit Polemik Demokrat, Kasus Century Diduga Libatkan Ayahanda SBY Kembali Mencuat
Kemudian, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dengan Presiden Benny Wenda, OPM Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (OPM-TPNPB) dipimpin Jeffrey Bolmanak, dan Kelompok Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) dengan Presiden Forkorus Yaboisembut. “Sekarang dengan pendekatan antropologi budaya yang dilakukan pemerintah pusat di Jakarta, pemberdayaan masyarakat adat dan hak-hak masyarakat adat di Papua harus menjadi perhatian. Orang Papua harus segera bangkit dari keterpurukan,” pungkas Nickas. (Dian Humas Polri/Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)