Minggu, 19 Juli 2026

Satuan Pendidikan Kota Pekalongan Mulai Gencar Lakukan Simulasi dan Uji Coba PTM

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Kamis, 15 April 2021 | 18:59 WIB
Pekalongan, NAWACITAPOST – Satuan Pendidikan Kota Pekalongan mulai gencar melakukan simulasi dan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal ini tentu berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan dalam SKB Menteri. Yang mana juga mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Pemerintah Kota Pekalongan. Lantas diinstruksikan kepada Dinas terkait yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan persiapan simulasi dan uji coba PTM. Salah satunya yang sedang berlangsung di SMPN 17 Pekalongan.

Foto : Simulasi PTM

Kabid SMP Slamet Mulyadi, SST mewakili Dinas Pendidikan Kota Pekalongan mengatakan pada (15/04/2021) ke Nawacitapost di kantornya. Bahwa simulasi dan uji coba merupakan persiapan menuju PTM. “Saya mewakili Dinas Pendidikan Kota Pekalongan bahwa sesuai dengan schedule yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ada tahap persiapan pembelajaran tatap muka. Kita masuk tahap yang kedua pada 5 sampai 16 April 2021 dari empat tahap. Tahap dua ada satu sekolah yang ditunjuk uji coba yaitu SMP Negeri 3 Kota Pekalongan,” paparnya.

-
Foto : Simulasi PTM

“Dan ada 16 sekolah baik itu swasta maupun negeri yang ditunjuk atas kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan. Mengikuti kebijakan provinsi melakukan simulasi pembelajaran tatap muka. Dari 16 sekolah itu, kita mengikuti jadwal dari provinsi. Namun apabila dalam pelaksanaan simulasi itu ada warga sekolah yang terpapar oleh Covid maka simulasi pada sekolah tersebut ditunda untuk sementara waktu. Apabila tidak ada, tetap berjalan sebagaimana jadwal yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekalongan. Mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” imbuh Kabid SMP Dinas Pendidikan.

-
Foto ; Simulasi PTM

Lalu, Slamet Mulyadi menambahkan bahwa adapun 16 sekolah simulasi. Terdiri dari SMPN 1 Pekalongan, SMPN 2 Pekalongan, SMPN 4 Pekalongan, SMPN 5 Pekalongan, SMPN 8 Pekalongan, SMPN 10 Pekalongan, SMPN 12 Pekalongan, SMPN 17 Pekalongan, SMPN 16 Pekalongan dan SMPN 15 Pekalongan untuk sekolah negeri. Kemudian ada beberapa sekolah swasta yaitu SMP Pius, SMP Islam, SMP Salafiyah, SMP Al Irsyad sama SMP Muhammadiyah.

-
Foto : Simulasi PTM

“Jadi kurang lebih ada 16 sekolah. Namun saat ini ada 2 sekolah yang sementara kita tunda dulu waktu pelaksanaan simulasi. Karena berdasarkan laporan yang kami terima pada 2 lokasi satuan pendidikan tersebut ada warga sekolah yang terpapar oleh positif Corona. Tujuan dari diadakan simulasi ini kita mengikuti SKB dari 4 Menteri sebagaimana diharapkan oleh Para Menteri. Bahwa pada awal pembelajaran tahun ajaran 2021/2022 sudah melakukan tatap muka,” lanjut Slamet Mulyadi.

-
Foto : Simulasi PTM

Kabid SMP Dinas Pendidikan juga menjelaskan bahwa tujuan simulasi ditujukan agar warga sekolah siap jika nantinya dilaksanakan PTM dengan metode pembelajaran dan sistem yang berbeda ketimbang masa normal sebelumnya. “Tujuan kita melakukan simulasi adalah persiapan dari warga sekolah agar siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka nanti pada saat kebijakan Pemerintah Pusat membuka sekolah dengan ptm. Sesuai informasi yang kami terima dari Pemerintah Pusat bahwa pada awal tahun 2021/2022,” katanya.

-
Foto : Simulasi PTM

“Kalau untuk prosedur pertama kita harus mengikuti prokes ya. Semua guru wajib divaksin dulu. Dari 16 sekolah tersebut sudah divaksin semua. 1 sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan uji coba guru dan tenaga pendidik sudah divaksin. Nanti pembelajaran memakai sistem rotasi. Kapasitas adalah 50 persen dari seluruh kapasitas yang ada. Mendapat persetujuan dari orang tua atau wali murid peserta didik. Wajib menerapkan protokol kesehatan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan. Untuk protokol kesehatan, kantin dan extrakurikuler sementara tidak diperbolehkan dulu, jaga jarak aman, tempat duduk diatur berjarak kurang lebih 1,5 m,” sambung Kabid SMP Dinas Pendidikan.

-
Foto : Simulasi PTM

Setelah itu, kata Kabid SMP Slamet, pihaknya yaitu Dinas dan Satuan Pendidikan bersama Pemerintah Kota dan Dinas terkait lainnya akan melakukan evaluasi. “Setelah itu, kita ada tahap evaluasi. Nanti berikutnya ada tahap perluasan. Tapi itu nanti sekitar akhir April sampai dengan awal Mei kita akan ada uji coba perluasan lagi. Nanti kemudian akan ada pembelajaran tatap muka sesuai kalendar akademik. Kemudian untuk sekolah yang belum diterapkan simulasi, akan kita masuk ke simulasi. Jadi 1 sekolah sudah melakukan uji coba, 16 sekolah sudah melakukan simulasi. Berarti sisanya ada kurang lebih 9 sekolah akan masuk dalam tahap simulasi,” jelasnya.

-
Foto : Simulasi PTM

Menurut Slamet, memang ada perbedaan pembelajaran untuk masa pandemi Covid 19. Namun, tetap harus mempertahankan mutu pendidikan. “Ada pembelajaran sebagaimana seperti dulu sebelum masa pandemi. Proses belajar mengajar sebagaimana kita harapkan bersama meningkatkan mutu pendidikan di Kota Pekalongan. Namun harapan kami, walaupun ada simulasi maupun uji coba ini, jelas waktu yang diberikan oleh Bapak Ibu Guru ke murid tidak akan seperti pada masa normal. Oleh karena itu, selain ada pembelajaran tatap muka, namun guru wajib memberikan materi pembelajaran jarak jauh. Bisa melalui WA, memanfaatkan media sosial yang ada,” terangnya.

-
Foto : Simulasi PTM

“Untuk evaluasi memang saat ini pada tahap pelaksanaan uji coba ya, belum masuk ke evaluasi. Namun kita sudah melakukan evaluasi kecil – kecilan. Dalam artian, bagaimana sarprasnya, bagaimana metode pembelajarannya. Evaluasi tetap dilakukan baik itu bidang maupun pengawas juga Dinas Kesehatan terkait dengan protokol kesehatan. Kalau pelaksanaan PTM menunggu dari arahan Pemerintah Pusat. Nanti kita diharapkan ada masa transisi 2 bulan pertama, pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka. Kita vaksinasi, kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan ke guru dan tenaga pendidik. Terkait sarpras harus mendukung pembelajaran tatap muka dan juga materi – materi pembelajaran,” tukas Slamet.

-
Foto ; simulasi PTM

Terpisah, Kepala SMPN 17 Pekalongan Endang Sunaryati, SPd.Fis. mengungkapkan bahwa dirinya sangat mendukung langkah – langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, Dinas Pendidikan dan Dinas terkait lainnya. Terlebih dalam pelaksanaan simulasi dan uji coba agar berlangsung dengan lancar dan sesuai harapan bersama. “Simulasi yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Yang awalnya tanggal 14 – 16 , karena 14 libur awal puasa maka kita pindah hari ini sampai dengan hari sabtu, jadi  15, 16, 17 April 2021. Tujuan untuk mengecek kesiapan sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Salah satunya adalah dengan simulasi. Setelah simulasi, uji coba,” ungkapnya.

-
Foto ; Simulasi PTM

“Intinya alur dari rumah sampai menuju sekolah, sampai kegiatan belum pembelajaran, hanya berupa simulasi itu harus memenuhi protokol kesehatan. Alur dari rumah sampai sekolah seperti itu. Untuk kegiatan simulasi karena tidak ada kegiatan pembelajaran, tentu saja ada pembinaan dari wali kelas. Untuk anak – anak, apa saja yang harus disiapkan dalam rangka menghadapi uji coba dan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru. Harapannya, kita semua baik orang tua, warga sekolah, guru, staff dan kepala sekolah serta peserta didik itu benar – benar siap dan melaksanakan kegiatan pembelajaran itu tidak menimbulkan bertambahnya penderita Covid itu tadi. Jadi seperti itu,” tandas Endang. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: APEL Indonesia Sambut Baik dan Apresiasi Menag Yaqut Cholil, Kontroversi Versi Doa

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini