Minggu, 19 Juli 2026

Naik Andong, Sutistyo Jalani Wisuda DRIVE THRU di UWKS

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Minggu, 11 April 2021 | 14:52 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya kembali melaksanakan gelaran wisuda semester Gasal tahun 2020/2021. Masih dengan cara drive thru, wisuda pada hari ini ikuti oleh 473 wisudawan dengan rincian 27 wisudawan dari Fakultas Teknik; 27 wisudawan dari Fakultas Pertanian; 67 wisudawan dari Fakultas Hukum; Fakultas Ekonomi dan Bisnis diikuti 156 wisudawan; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik diikuti 32 wisudawan; Fakultas Bahasa dan Sains diikuti 24 wisudawan, 123 wisudawan dari Fakultas Kedokteran dan 17 wisudawan dari Fakultas Kedokteran Hewan.


Wisuda kali ini bisa dikatakan lebih menarik dari sebelum-sebelumnya. Diantara ratusan wisudawan drive thru, ada pula yang mengendarai mobil Off Road, yakni Wisnu Murni dari fakultas Ekonomi dan Bisnis yang merupakan atlet Off road Nasional bahkan internasional.


Ditanya alasannya, Wisnu mengaku ingin melengkapi rasa syukurnya atas moment ini. " Saya hanya ingin mengucapkan syukur dengan cara yang berbeda dengan yang lain," ucap wisudawan dengan IPK 3,50 ini, Sabtu (10/4/21).




Wisnu Murni, saat memasuki ruang sidang dalam wisuda semester Gasal tahun 2020/2021 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Sabtu (10/4/21)

Wisnu adalah salah satu lulusan berprestasi, baik secara nasional dan internasional dalam olah raga Off Road. Sejak semester tiga, ia mendapat beasiswa dari UWKS yakni bebas dari semua pembayaran hingga kelulusannya.


“Terakhir tahun 2019 saya juara 1 tingkat nasional, terus pada Januari 2019 juara 2 tingkat nasional,” tandas arek Suroboyo kelahiran 1998 yang memulai hobby offroad-nya sejak kelas 6 SD ini.


Tak jauh berbeda yang dilakukan H. Sulistyo, SH. Lulusan terbaik kedua fakultas hukum ini masuk ke area wisuda dengan mengendarai sebuah andong bersama istri dan kedua anaknya.


Behasil memperoleh IPK 3,86, lulusan tertua di angkatannya ini menyatakan ingin merayakan momen kelulusannya dengan mengangkat budaya dan kesederhanaan." Kampus ini kampus budaya dan cinta budaya, sehingga backgrounnya adalah candi jaman Majapahit. Namanya pun diambil dari raja Majapahit yaitu Raden Wijaya, maka dalam setiap giatnya selalu ditampilkan tarian-tarian kerajaan. Dari situlah saya mempunyai ide, meski yang lain menggunakan mobil mewah dan baru, tapi saya memakai andong yang masih terlihat keasliannya," terang Sulistyo yang mengaku juga mempunyai mobil Pajero dan Mercy.


" Istri dan anak saya sempat menolak karena malu, tapi akhirnya mau," ungkap pria kelahiran 1976 tersebut.




-
H. Sulistyo, SH. Lulusan terbaik kedua semester Gasal tahun 2020/2021 Fakultas Hukum UWKS

Karyawan bagian administrasi UWKS ini mengaku ide tercetus sesaat setelah gelaran yudisium 7 April yang lalu, kemudian ia segera mencari dimana ada andong yang masih terlihat orisinil dan akhirnya menemukan di daerah menganti gresik.


" Lucunya, delman sudah terparkir di kampus sebelum wisuda dimulai sehingga sempat jadi pertanyaan kok ada andong masuk di kampus," ujarnya dengan sumingrah.


Disamping mengangkat budaya, Sulistyo mengaku hal ini juga bisa mengurangi polusi yang akan ada di kampus. " Kalau semua pake mobil, pastinya saat wisuda akan banyak polusi," katanya.




-
H. Sulistyo, SH (Bertoga) bersama para pengurus yayasan Wijaya Kususma

Ditanya terkait pilihan masuk ke fakultas hukum, Sulistyo menjelaskan bahwa hukum adalah jenjang pekerjaan yang diimpikannya. Selain itu, cakupan masalah hukum sangat luas dari kehidupan sehari-hari dalam keluarga dan masyarakat sampai masalah-masalah yang rumit sehingga harus dipelajari.


" Ini juga untuk memacu semangat anak saya yang saat ini juga sedang menempuh pendidikan di fakultas hukum UNAIR semester dua," tandasnya. (bnw)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini