Foto : Sosialisasi PTM di SMPN 17 Pekalongan
Perwakilan dari Kepala Puskesmas Tondano sebagai Promosi Kesehatan Dian Sulanjari, SKM. menyampaikan pada (06/03/2021). Bahwa sosialisasi persiapan PTM dilakukan di sekolah – sekolah. “Sosialisasi persiapan pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan di sekolah – sekolah. Termasuk di SMP ini. Ini tidak rutin. Jadi hanya kondisional ya. Ini kan kemarin puskesmas dapat surat tugas dari Dinas Kesehatan. Jadi ada beberapa sekolah yang akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Salah satunya di SMP Negeri 17 ini. Kalau Tondano ini dapatnya di SMP 17 sama di SMP Islam,” jelasnya.
-
“Jadi kayanya hanya 1 minggu ini di beberapa sekolah. Sekolah harus menerapkan protokol kesehatan. Intinya adalah 4 M. Kalau Pekalongan ini menjaga jarak, menghindari kerumunan, menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun. Jadi intinya sekolah harus menerapkan itu. Jadi mencuci tangan pakai sabun dari mulai berangkat sebelum masuk sekolah. Kemudian pulang juga. Kemudian memakai masker dari awal berangkat sampai pulang sekolah juga tidak dilepas, menghindari kerumunan. Anak – anak juga harus tetap menjaga jarak. Kemudian tidak ada anak – anak yang bergerombol,” tambah Dian.
-
Lalu Dian juga menjelaskan bahwa pembelajaran dibatasi hanya 2 jam saja dengan tujuan agar tidak bertambahnya korban terinfeksi dan terjangkit Covid 19. “Kantin tidak dibuka. Kemudian pembelajaran dibatasi hanya 2 jam. Setelah itu anak – anak harus pulang kerumah. Tidak ada yang kongkow di sekolah. Tujuannya supaya pembelajaran tatap muka bisa berjalan. Tetapi tidak menambah jumlah penderita Covid 19. Tetap bisa mencegah penularan Covid dan menanggulangi bertambahnya kasus Covid di Kota Pekalongan,” imbuhnya.
BACA JUGA: FORNISEL Berharap Prioritas Pembangunan Nisel, Bawomataluo Didukung Menko Muhadjir Effendy Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO
-
Dian pula berarap agar PTM bisa berjalan dengan baik. “Harapannya sekolah bisa menerapkan pembelajaran tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan tanpa menambah jumlah penderita Covid di Pekalongan. Jadi sekolah tetap bisa berjalan. Tetapi kasus Covid juga tetap terkendali. Tidak menambah jumlah angka kesakitannya lagi. Oh tidak kalau untuk peserta didik. Peserta didik itu kan belum menjadi sasaran ya. Jadi sasaran untuk divaksinasi Covid itu dari usia 18 tahun sampai 59 tahun. Kalau anak – anak didik kan masih dibawah 18 tahun. Jadi mereka tidak menjadi sasaran vaksinasi. Karena dianggap tidak rentan. Mungkin ada kedepan wacana, tapi belum ada kejelasannya,” pungkasnya.
-
Kasi Dinas Pendidikan Endang Susilowati, SE. dalam sambutan mengatakan. Bahwa anak – anak sepertinya terlihat kangen akan PTM. “Anak – anak juga mungkin kangen pembelajaran tatap muka, kangen gurunya. Orang tua juga kaget tidak ada interaksi di sekolah. Semoga pembelajaran tatap muka yang pertama di Kota Pekalongan berhasil dengan baik. Dan kemudian sekolah sudah bisa beraktivitas kembali. Dan kasus Corona semakin turun, di Kota Pekalongan khususnya, umumnya di Indonesia. Supaya segera dengan adanya pemberian vaksin nanti akan lebih bisa ditekan kasusnya,” terangnya.
-
“Dan yang penting adalah peningkatan imun itu kita jangan takut berlebihan. Jadi biasa saja, namanya penyakit itu ya sama saja. Yang penting protokol kesehatan sudah, jaga kesehatannya sudah, jangan terlalu stres. Karena stres itu menurunkan sistem imun. Terus dibarengi dengan do’a. Supaya semuanya baik. Usahakan nanti dirumahnya jangan ada air yang menggenang,” tukas Kasi Dinas Pendidikan. Lalu Kepala Puskesmas Tondano Dr. Atika mengatakan. Bahwa semua harus dilibatkan untuk kesiapan dilakukannya PTM.
-
“Semua yang terlibat dalam Satuan Pendidikan pastikan nanti saat akan pelaksanaan PTM setiap daerah siap satuannya, siap orang tuanya, siap gurunya, siap komite sekolahnya, siap Satgas Covid, siap Pemerintah Daerahnya juga siap peserta didiknya. Kalau diantara itu satu tidak siap maka tidak akan bisa dilaksanakan PTM. Jadi ini tidak hanya sekolahnya saja. Peran orang tua sangat penting untuk mengingatkan. Anaknya juga aktif melakukan kegiatan sesuai protokol kesehatan. Peran Satgas Covid juga harus siap siaga,” kata Atika.
-
Sementara Kepala SMPN 17 Pekalongan Endang Sunaryati, SPd.Fis. mengatakan. Bahwa dengan diadakannya sosialisasi dalam rangka mempersiapkan diri untuk tahun ajaran baru PTM adalah tanggung jawab bersama. Baik sekolah, pemerintah maupun orang tua. "Sehingga dalam pelaksanaan tersebut diharapkan tidak akan terjadi perkembangan Covid 19 yang lebih tinggi," katanya.
-
"Kita saling bekerja sama untuk mempersiapkan dan melaksanakannya. Harapannya kedepan bahwa pendidikan di sekolah kita akan berjalan lancar dengan PTM. Tidak menyebabkan timbulnya klaster baru. Pendidikan berjalan dengan baik. Peserta didik mendapatkan pelayanan yang maksimal. Sekarang sudah hampir 80 persen. Masih ada kekurangan yang akan terus dibenahi dan terpenuhi," tandas Endang. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)