Kamis, 4 Juni 2026

Kembalikan Nafas APBD, Mahfudz Minta RHU Surabaya Dibuka Dengan Protkes Covid-19

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Rabu, 24 Februari 2021 | 23:12 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Hampir setahun sejak Pandemi Covid-19 mencuat, selama itu pula sektor perekonomian khususnya kota Surabaya terpuruk karena adanya pembatasan-pembatasan. Tak terkeculi tempat-tempat wisata perkotaan seperti Rekreasi Hiburan Umum.


Sejak awal Covid-19 datang, Pemerintah Kota Surabaya langsung mengambil keputusan untuk melarang RHU dibuka. Sebab dikhawatirkan akan menjadi sarana penularan Covid-19.


Kini, setelah Covid-19 berjalan hampir satu tahun, DPRD Kota Surabaya mendorong Pemkot untuk mengambil langkah tegas dan berani untuk membuka RHU di seluruh Kota Surabaya. Bukan tanpa alasan, dewan melihat miliaran rupiah dari RHU yang seharusnya masuk ke PAD, menguap begitu saja.


Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz mengatakan, selama tahun 2020 Pemkot Surabaya sangat merasakan dampak secara ekonomi karena covid-19 serta ditutupnya RHU. Dari APBD 10 Triliun lebih, kini turun menjadi di kisaran 9 Triliun.


"Dari situ saja sudah bisa dilihat, ekonomi ini hancur. APBD juga kena dampak. Pemasukan dari RHU itu besar, bagi saya ya dibuka saja. Tidak ada masalah," kata Mahfudz, Rabu (24/2/2021).


Ia melihat jika RHU terus-terusan ditutup, akan ada kebocoran miliaran rupiah yang seharusnya masuk ke PAD. Maka dari itu, untuk mengembalikan nafas APBD Surabaya di tahun 2021 ini, Mahfudz meminta RHU untuk dibuka saja.


Namun menurutnya pembukaann RHU bukan tanpa syarat dan aturan. Karena Pemkot belum bisa mengendalikan tingkat penularan Covid, ia memberikan beberapa saran dan aturan yang bisa diterapkan jika RHU dibuka.


Pertama, Mahfudz meminta pemkot menyediakan fasilitas swab gratis untuk para pengunjung RHU. Ataupun jika memberatkan, Pemkot bisa meminta pemilik RHU untuk menyediakan swab kit di tempat sebelum pengunjung masuk ke RHU.


"Pengunjung kalau masuk RHU itu berarti siap duit. Mereka pasti mau kalau dibebani harus swab dulu. Toh juga tidak terlalu mahal. Apalagi saat ini ada alat pendeteksi anak bangsa, Ge-Nose c19. Bisa jadi salah satu alternatif. Ketika yang negatif baru boleh masuk, kalau positif langsung dibawa oleh Satgas. Jadi harus ada kerja sama dengan satgas. Pengunjung juga mendapat manfaat jika ada swab, bisa digunakan untuk keperluan lainnya juga," kata Mahfudz.


Aturan kedua adalah Pemkot meminta pengusaha RHU, untuk menerapkan keterangan surat bebas covid-19 bagi para pengunjung. Sama seperti KAI dan penerbangan yang menerapkan surat bebas covid-19 bagi pelanggan.


Hal ketiga yang wajib dipastikan oleh pengusaha RHU, adalah pegawai wajib sudah dilakukan swab tes untuk memastikan tidak ada penularan dari pegawai ke pengunjung. Jika tiga aturan itu diterapkan, Mahfudz yakin ekonomi dari RHU akan bergerak dan mengagkat PAD Kota Surabaya.


"Daripada RHU ini buka diam-diam dan sembunyi-sembunyi, malah menguntungkan satu dua orang saja. Ya mending dibuka dengan aturan ketat. Pemakaian masker, jaga jarak, dan cuci tangan tetap dilakukan. Namun di luar itu, saran aturan saya bisa dipakai juga. Kalau perjalanan pakai kereta dan pesawat tetap bisa, kenapa RHU tidak mau? Ekonomi kota akan naik, pendapatan daerah juga naik, pengendalian covid-19 juga bisa dilakukan. Ini ibaratnya pemkot mengendalikan covid-19 bekerjasama dengan sektor swasta," katanya. (bnw)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini