Kamis, 4 Juni 2026

Kepala BNN Ajak BEM Se Indonesia untuk Jadi Agen Pemulihan

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Selasa, 8 Desember 2020 | 23:24 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - “Anak muda harus punya perbedaan agar terlihat lebih dari yang lain.” Demikian ujar Heru Winarko, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) saat menjadi narasumber dalam webinar Pendidikan Kader Pemimpin Muda Nasional (PKPMN) angkatan I tahun 2020 Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara daring. Webinar yang diikuti oleh perwakilan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia ini membahas tentang bagaimana situasi ancaman narkoba, radikalisme dan tantangan kemajuan teknologi informasi di Indonesia.

Foto : Kepala BNN Ajak BEM Se Indonesia untuk Jadi Agen Pemulihan

 

Dalam paparan, Heru mengutarakan pendapat betapa anak muda saat ini memiliki begitu banyak kelebihan. “Anak muda sekarang itu hebat - hebat. Di kantor saya banyak merekrut anak muda, mereka andalan saya,” ujarnya. Dia pun juga sedikit menjelaskan kondisi permasalahaan narkoba di Indonesia saat ini. Menurutnya, diantara berbagai permasalahan narkoba, yang paling berbahaya adalah perkembangan New Psychoactive Substance (NPS). Yang mana semakin hari semakin berkembang.

-
Foto : Kepala BNN Ajak BEM Se Indonesia untuk Jadi Agen Pemulihan

 

Total saat ini, telah beredar 83 NPS di Indonesia. Diantaranya yang belum diatur dalam Undang - Undang.  Modifikasi zat narkotika ini menjadi modus bagi para bandar. Agar terhindar dari jerat hukum di Indonesia.  “Mereka sengaja membuat modifikasi zat. Agar tidak dapat dijerat  dengan pasal narkotika,” kata Heru. Lalu dia mengajak seluruh peserta webinar untuk menjadi agen pemulihan. Menjadi generasi yang sehat tanpa melakukan penyalahgunaan narkoba.

-
Foto : Kepala BNN Ajak BEM Se Indonesia untuk Jadi Agen Pemulihan

 

Menurut Heru, akan sulit jika penjara menjadi satu satunya solusi akhir dari permasalahan ini. Dibutuhkan kesadaran bagi generasi muda unuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba. “Maju mundurnya Indonesia ada di tangan kalian. Kita boleh pinter, boleh ahli tapi harus ada nilai tambah. Jadi pemimpin kita harus lebih dari yang kita pimpin,” tutupnya. (FN/HNY)

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini