Surabaya NAWACITAPOST - Lewat orasinya didepan rumah dinas Walikota Surabaya, warga di jalan Sedap Malam merasa keberatan atas ditutupnya akses jalan menuju rumahnya.
" Saya Imam Sunardi, pemilik rumah di jalan Sedap Malam nomer 2, menyampaikan permohonon kepada ibu Walikota agar akses jalan Sedap malam segera dibuka untuk kepentingan umum. Jangan ditutup bu," katanya membuka orasinya, Minggu (22/11/20)
Lanjutnya, Kita tidak menggangu taman, kita tidak mengganggu apa-apa dan tidak akan merusak.
"Saya menjamin tidak akan ada masalah apa-apa. Tapi dengan ditutup ini, lalu lintas kita sangat kesulitan," terang Imam Sunardi.
Seperti pagi ini saja, menurut Imam, Ia mau masuk tapi tidak bisa. Lewat belakangpun ditolak, sehingga harus jalan kaki kerumahnya sendiri.
" Padahal tidak ada gunanya untuk ditutup. Jalan ini untuk kepentingan bersama, untuk kepentingan rakyat," tegas mantan ketua DPRD jatim tersebut.
Mendukung hal itu, Bagiyon warga kota Surabaya menegaskan bahwa Ia sudah berkoordinasi dengan Korlantas Polrestabes Surabaya, mengapa jalan Sedap malam ditutup, alasannya adalah untuk menghalau demo buruh beberapa saat yang lalu.
" Pada hari ini, kita tahu sudah tidak ada demo buruh. Untuk itu kami mohon dengan hormat, aparat terkait untuk segera membuka akses jalan Sedap malam demi kepentingan umum atau publik" ucapnya.
Dengan dibukanya akses jalan ini, Bagiyon meyakini akan memudahkan masyarakat semua.
" Kami disini menyampaikan secara tertib, aman dan terkendali," kata Bagiyon.
Sekali lagi Bagiyon meminta dengan hormat kepada aparat terkait untuk segera membuka akses jalan ini.
" Jalan ini ditutup katanya karena adanya demo, tapi bila tidak segera dibuka maka setiap hari gantian saya yang akan demo disini," tegas Bagiyon.
" Saya kasih kesempatan sampai besok, supaya tidak ada demo-demo lagi, mohon segera bisa dibuka," tandasnya.
Protes yang sama dilakukan barisan Relawan Machfud Arifin-Mujiaman karena merasa kesulitan masuk ke poskonya di Sedap malam no. 2. Diantaranya Remaas, Banteng Ketaton, DMI dan masih ada puluhan lainnya.
Disable Motorcycle Indonesia, Relawan MAJU 02
" Meski kami dan bu Wali ( Tri Rismaharini Walikota Surabaya ) berbeda pilihan, namun rasanya tidak adil kalau ada perlakuan seperti ini," kata Purnomo ketua DMI Surabaya.
“Posko kita memang bertetangga, tapi kita tetap pilih No. 2,” pungkasnya. (BNW)
Editor: Admin 1
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB