Kamis, 4 Juni 2026

Banyak Problem di Pasar, Mahfudz : Ini Sebuah Kemunduran

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Kamis, 1 Oktober 2020 | 00:14 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Komisi B DPRD Kota Surabaya mendengar keluhan dari Kelompok Pedagang Pasar Surabaya (KPPS) yang notabene dibawah PD Pasar Surya Surabaya. Mereka menginginkan ada perbaikan bangunan pasar dari pihak PD Pasar, karena dari 81 pasar sudah banyak yang tutup dan saat ini tinggal 57 yang masih berfungsi, itupun 14 pasar sudah mati suri. Sementara sampai dengan hari ini, Direktur Utama PD Pasar Surya Pelaksana Tugas (Plt) sehingga tidak bisa membuat kebijakan yang berarti.


Terkait hal ini, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz menilai kondisi seperti ini adalah sebuah kemunduran.


Dari hearing yang dilakukannya bersama PD Pasar Surya beberapa waktu yang lalu, memang belum ada penunjukan dari Walikota untuk mengisi kekosongan Dirut PD Pasar Surya. " Posisi ini sangat krusial dan butuh segera ada penunjukan oleh Walikota Surabaya sehingga dapat menyelesaikan banyaknya permasalahan di pasar," ujar Machfud kepada media, Rabu (30/9/20).


Keluhan pedagang yang masuk ke komisi, menurut Mahfudz salah satunya adalah terkait retribusi. " Tidak semua pedagang yang berjualan di pasar membayar retribusi, disini berarti banyak pedagang yang mendirikan stan ilegal dan itu dibiarkan."


" Hal itu tentunya merugikan pedagang asli yang berjualan di pasar. Karena, para pedagang ilegal tersebut rata-rata berjualan di luar kompleks pasar dan para pembeli rata-rata memilih berbelanja di stan ilegal tersebut karena tidak perlu parkir dan bisa drive thru. Salah satu contohnya adalah Pasar Simo,” papar politisi PKB ini.


Mahfudz juga menilai perhatian pemkot terhadap pasar sangat kurang. Terbukti, banyak pasar yang kondisinya kurang layak sehingga tidak ada kenyamanan baik untuk pedagang maupupun para pembeli yang berbelanja. " Rata-rata, kondisi pasar yang dikelola PD Pasar Surya kumuh dan kotor," kata Mahfudz lagi.


Dalam hal ini Mahfudz mencontohkan Pasa Keputran. Meski ditengah kota, namun kondisinya tidak tertata dan terkesan sangat kotor. Selain becek di beberapa titik dalam pasar, disisi luar nampak banyak para pedagang yang berjualan. Kondisi itu juga terjadi di ssebelah timur pasar. " Kalau kita lewat pada malam menjelang dini hari, jalan selebar empat meter tersebut nyaris tidak bisa dilewati lantaran banyak aktivitas bongkar muat sayur," ujar Mahfudz.


Sebenarnya ada pasar yang bisa memberikan pemasukan untuk PAD (pendapatan asli daerah), yaitu pasar Tunjungan dan pasar Turi.


Kedua pasar yang pernah menjadi ikon Kota Surabaya ini benar-benar tidak mendapat perhatian. “ Pasar Tunjungan mati sementara Pasar Turi tidak jelas kelanjutan kasus hukumnya. Dan saat ini berkutat di masalah perdatanya,” ujar Ketua Dewan Koordinasi Cabang Gerakan Pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (DKC Garda Bangsa) Kota Surabaya ini.


Maka dari itu Mahfudz berharap agar segera ada seleksi ataupun penunjukan Dirut PD Pasar Surya agar bisa mengambil kebijakan dan keputusan yang strategis terlebih cepat mengeksekusi segala permasalahan yang terjadi. “ Kalau Plt terus, susah. Wewenangnya juga terbatas kan? Karena itu, perlu segera dilakukan seleksi dirut,” tegasnya.


Namun Mahfudz juga berharap seleksi atau penunjukan dirut PD Pasar Surya benar-benar memerhatikan kualitas personal dan bukan hanya karena kedekatan personal. " Yang dipertaruhkan adalah nasib puluhan ribu pedagang. Ini menjadi krusial karena pasar merupakan ujung tombak pergerakan ekonomi daerah. Kalau perputaran uang di pasar berjalan lancar, ekonomi daerah juga bisa terangkat,” tandas Mahfudz. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini