BACA JUGA: Kasus Korupsi Masa Idealisman Dachi Perlu Dituntaskan Sebelum Pilkada
Foto : Tukang Bubur Kacang Ijo Ketan Fasih Bahasa Asing
Dirinya berasal dari keluarga broken home. Kemudian pergi merantau ke daerah timur dan Bali sekitar 1983. Kemudian dia sempat kembali ke Surabaya sekitar 1984. Balik lagi ke Bali dan menetap hingga 2006. Dulu hidup di Bali menjadi pemilik penyewa payung dan guide. Belajar otodidak dari anak - anak sekitar. Disana dunia pariwisata jadi sudah biasa bahasa asing. Di Kuta bercakap harus menggunakan bahasa Inggris. Dirinya juga sempat berjualan minuman seperti minuman soda dan lainnya saat di Bali. Ketika berjualan minuman, dia belajar dari anak - anak. Lalu memberikan minum gratis kepada anak - anak karena sudah mengajar dirinya. Kemudian pada 2006, dia kembali ke Surabaya. Dia baru jualan bubur kacang ijo ketan sekitar dua tahun. Sebelumnya dia serabutan. Driver, kadang jualan duren, kadang apa saja dikerjakan demi keluarga. Yang penting tidak menipu dan nyolong.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
-
Dia juga sempat dikontrak menjadi penerjemah. Saat itu dia pernah dikontrak klub Bintang Timur Surabaya. Ada 2 pemain asing dari Jepang. Sehingga dia membantu jadi penerjemah bagi dua pemain. Kemudian saat pelatih Bintang Timur Surabaya berasal dari Belanda, dia juga pernah dikontrak jadi penerjemah. Sebab pelatihnya bisa Bahasa Inggris meski dari Holland. Dia berterima kasih kepada pihak - pihak yang sudah membuat dirinya dikenal lewat media sosial. Lantaran video Faiz yang viral juga berdampak terhadap jualannya. Sejak video viralnya yang lancar bahasa Jepang kini sering diwawancara sejumlah media massa. Dirinya memang terus berkomunikasi dengan teman - temannya yang ada di Bali hingga kini. Sehingga masih terus lancar dalam berbahasa asing. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Wamen Surya Tjandra, Anak Pedagang Ayam Potong Pasar Jatinegara