Minggu, 19 Juli 2026

PIP Turun, BMPI : Sekarang Bantuan Pendidikan, Kedepan Kita Ajukan untuk UMKM

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Senin, 7 September 2020 | 23:16 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Suasana Penyerahan dana pendidikan PIP oleh Ormas Bangun Marwah Perjuangan Indonesia (BMPI) Jawa Timur yang mewakili Garda Puti Guntur Soekarnoputra, berlangsung dengan penuh keakraban.


Musik keroncong yang mengalun saat jeda kegiatan, mengiringi wajah-wajah bahagia para orang tua yang kemarin, Minggu (6/9/20), menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak-anaknya.


Bertempat di Balai RW06, Jl. Gembong Gg. VI kelurahan Kapasan, Simokerto - Surabaya, selain Ormas BMPI, acara ini juga dihadiri oleh Budi Leksono, Sekretaris komisi A DPRD kota Surabaya serta Agatha Retnosari, Anggota Komisi B DPRD provinsi Jawa Timur.


Dihadapan puluhan orang tua siswa, Ketua BMPI Jatim Ratna Dewi mengungkapkan syukurnya, bahwasanya dari 80 pengajuan PIP nya telah realisasi 66 anak. PIP sendiri, menurut Dewi adalah program yang digagas oleh PDI Perjuangan yakni Puti Soekarno yang merupakan pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH).


Pada kesempatan itu pula, Bunda Dewi sebutannya menegaskan bahwa saat ini BMPI telah dipercaya untuk menjadi agen PIP, kedepan akan diusahakan untuk program Ekonomi kerakyatan.


Disisi yang sama, Agatha Retnosari, Anggota Komisi B DPRD provinsi Jawa Timur menjelaskan kedatangannya adalah untuk menyapa masyarakat Surabaya sekaligus mensosialisasikan program-program pemerintah Provinsi yang terkait dengan tugas komisi B DPRD Jawa timur yang meliputi perekonomian, pertanian, perikanan, pariwisata dll.


Terkait PIP, menurut Agatha sangat membantu dalam proses belajar bagi Siswa tidak mampu, apalagi ditengah masa pandemi seperti ini terpaksa harus belajar online yang membutuhkan budjet untuk pembelian pulsa.


" Sebetulnya dikota Surabaya hari ini, Ibu Risma lewat Dinas Pendidikan sudah memberikan alternatif. Bagi mereka yang tidak bisa mengakses sekolah daring, diberikan modul pelajaran dan tugas yang diberikan seminggu sekali. Dari situ, murid dapat mengerjakan sekaligus mengumpulkan tugas-tugasnya tidak harus diprint, bisa dengan tulisan tangan, dikumpulkan disekolah, maupun difoto dan dikirim lewat handphone orang tuanya," papar Agatha.


"Kalau memang belum ada obat dan vaksin, akan sangat berbahaya apabila anak-anak dibiarkan masuk sekolah meski orang tuanya pasti kerepotan," lanjutnya.


Dalam suasana ini juga, Agatha mengaku juga mensosialisasikan program-program kebaikan yang sudah dilakukan bu Risma (Walikota Surabaya.red). " Kami berharap kepada masyarakat Surabaya yang sudah merasakan kebaikan Bu Risma, khususnya dalam hal pendidikan karena sampai saat ini SD dan SMP gratis, belum lagi urusan yang lain. Dalam kesehatan, Bu Risma juga sangat konsen. Maka sudah sewajarnyalah menjatuhkan pilihan pada yang sudah terbukti," tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan kota Surabaya ini.




Suasan akrab nampak dalam acara penyerahan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Balai RW06, kelurahan Kapasan, Simokerto-Surabaya. Minggu (6/9/20)

Sebenarnya, antara KIP dan PIP itu sama. KIP diusulkan oleh sekolah namun ada kuotanya, dan masih banyak anak sekolah yang belum mendapat bantuan. " Untuk itu mbak Puti (Puti Guntur Soekarno.red) lewat tugasnya di Komisi X DPR RI yang terkait dengan Pendidikan, memperjuangkan perluasan daya jangkau atau cakupan program PIP ini khususnya untuk anak miskin yang membutuhkan sekolah," katanya.


" Di periode yang lalu mas Guruh Soekarno Putra yang menurunkan program PIP, jadi artinya kami dari PDI Perjuangan berkonsentrasi penuh dalam bidang pendidikan dan kesehatan," Tukas Agatha. (L1)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini