Dari berita nawacitapost.com beberapa hari yang lalu terkait kapal milik pemerintah kabupaten nias barat yang terkesan dibiarkan terlantar dan tidak di perhatikan.
BACA JUGA : Pemda Nias Barat Tak Mampu Merawat, Speedboat Bantuan Kementrian Desa
di Biarkan Mangkrak
Akhirnya beberapa awak media mencoba menjumpai Ketua DPRD Kabupaten Nias Barat, DRS. EFOLUT ZEBUA. Di ruang kerjanya di gedung DPRD Nais Barat dan menanyakan tentang nasib Speedboat/Kapal milik Pemerintah Kabupaten Nias Barat yang di biarkan terlantar di daratan pantai sirombu, dalam penjelasannya beliau mengatakan "Saya heran kapal itu masih posisinya di daratan, padahal dinas perhubungan telah membuat anggaran operasional kapal tersebut kalau tidak salah anggarannya itu kurang labih 100jt, harusnya dengan sudah ada anggaran saya pikir kapalnya sudah bisa baguslah" ungkapannya.
Anggaran tahunan 2019 sumbernya LKPJ BUPATI NIAS BARAT
Masih penjelasannya ketua DPRD Nias Barat, kalau tidak salah itu ada yang di tugaskan Dinas Perhubungan untuk menjaga kapal tersebut, tapi tidak terlalu dalam saya campuri akan hal itu, untuk lebih jelasnya silahkan datang langsung dan tanyakan ke Kadis Perhubungan, tegasnya
Sehingga atas informasi dari ketua DPRD Kabupaten Nias Barat akhirnya beberapa media mencoba menjumpai kepal dinas perhubungan Kabupaten Nias Barat TOROZIDUHU MENDROFA, dI kantor dinas perhubangan Kabupaten Nias Narat pada hari selasa 25 agustus 2020 sekitar jam 11:30 wib. Dalam hal ini, mempertanyakan kebenarkan terkait anggaran dana operasional.
Dinas perhubungan telah menganggarkan operasional kapal penumpang milik pemerintah Kabupaten Nias Barat "Anggaran yang 100jt itu tidak terealisasi 100% hanya sekitar kurang lebih 35jt" katanya
Selanjutnya Ia Mengatakan bahwa "Kita sudah mencoba menyelamatkan kapal nya bahkan mesin kita angkat dan sekarang ada di salah satu ruangan di kantor ini"Jelasnya
Ketika ditanya biaya sebesar itu untuk apa..? Ia nya menjelaskan "Hanya untuk mengevakuasi kapal dari laut ke daratan"
BACA JUGA: Pemerintah Pantau Efektivitas Program dan Realisasi Penyerapan Anggaran
Masih penjelasannya bahwa memang ada yang menjaga khusus kapal tersebut, kita gaji sesuai dengan gaji PTT biasa dari dinas perhubungan"
Ketikan ditanya ada penjaga tetapi kenapa kondisi kapal nya semakin rusak dan memprihatinkan. .? Dalam jawabannya "Kita sudah memanggil mereka" itu jawabnya tanpa ada lanjutan.
Melihat anggaran sebesar itu dan kondisi kapal yang yang memprihatinkan yang dibiarkan terlantar begitu saja, kuat dugaan bahwa dinas perhubungan Kabupaten Nias Barat tidak serius menangani aset daerah tapi mereka hanya fokus pada anggaran. (Yr. H)