Jakarta, NAWACITAPOST – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Teten Masduki untuk menduduki posisi menteri UKM (Usaha Kecil Menengah) dan Koperasi. Posisinya untuk mengisi Kabinet Indonesia Maju. Dirinya berasal dari Garut, Jawa Barat. Terlahir pada 6 Mei 1963. Merupakan lulusan Ilmu Kimia dari Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung. Yang mana kemudian berganti nama menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kuliahnya tidak membuatnya merasa cepat puas. Dia lantas pula mengikuti kursus singkat pimpinan NGO di Tunisia (1990). Namanya pun makin dikenal sebagai pegiat anti korupsi, setelah menjadi Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 1998. Yang mana tepatnya setelah orde baru berakhir. Dirinya bisa dikatakan pendiri dan koordinator pertamanya. Lantas kemudian dirinya pernah menjajal ikut Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jawa Barat 2013 sebagai calon gubernur. Mendampingi anggota DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka. Gagal di Pilgub Jabar, Teten tak patah arang berpolitik. Dia kemudian terjun pada Pilpres 2014. Bukan sebagai kandidat, tapi menjadi tim sukses pasangan Jokowi - Jusuf Kalla (JK). Sebagai bagian dari tim pemenang, Teten pun masuk Istana. Dia mengawali karirnya di istana sebagai Staf Sekretariat Negara, dibawah Mensekneg (Menteri Sekretariat Negara) Pratikno.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : Menteri UKM dan Koperasi Teten Masduki bersama Presiden Jokowi
Dua tahun kemudian, dia diangkat sebagai Staf Kepresidenan pada September 2015. Menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan. Karena telah dipilih Jokowi menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam). Banyak orang mengingatnya sebagai orang yang berhasil membongkar kasus suap. Tak lain yang melibatkan Jaksa Agung Andi M Ghalib di masa pemerintahan BJ Habibie. Berkat kegigihannya mengungkap kasus, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award pada 1999. Kemudian dirinya kembali mendapatkan anugerah penghargaan Ramon Magsaysay Award pada 2005. Sebenarnya dirinya mengawali kerja sebagai volunteer pada Institute of Human Rights Information and Studies (INSAN). Dirinya juga sekaligus menjadi guru SMA (Sekolah Menengah Atas) di Tangerang. Lalu mundur sebelum cita - citanya jadi pemilik sekolah tercapai. Sejak 1990 hingga 2000, advokasi masalah perburuhan adalah pekerjaannya di YLBHI. Masalah perburuhan sangat berkaitan dengan aspek sosial. Ketertarikan terhadap masalah sosial sudah tumbuh sejak dia SMA. Diikuti tumbuhnya kesadaran akan masalah sosial sejak SMA, Teten Masduki pun pernah turut melakukan aksi demonstrasi. Aksinya untuk membela petani di Garut pada 1985. Saat kuliah, Teten sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori - teori 'kiri' sampai 'kanan'. Rupanya sang menteri adalah anak yang terlahir dari keluarga petani. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Fahri Hamzah Akui Ahok, Tantang Jokowi
Editor: Ayu Yulia Yang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB