Siak, NAWACITAPOST - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Masyarakat NiasIndonesia (HIMNI) kabupaten Siak menolak sejumlah opini atau issue. Tak lain dari beberapa masyarakat dan media yang berkembang. Ada usaha mencoba meminta pemerintah untuk menutup perusahaan kertas yang ada di Sumatera. Tepatnya PT. IKPP yang berada di Perawang kecamatan Tualang kabupaten Siak. Banyak faktor yang memang dipertimbangkan. Terlebih karena di perusahaan terkait banyak masyarakat. Secara khususnya etnis Suku Nias yang mencari nafkah sehari - hari di PT IKPP. Dikatakan oleh Ketua DPC HIMNI Simardin Gea yang didampingi wakil Ketua DPC HIMNI Sokhiharo Halawa pada 18 Agustus 2020. Upaya penutupan perusahaan IKPP tentunya tidak menjamin kelangsungan hidup warga suku Nias. Yang mana memang bekerja di dalam perusahaan terkait. Dengan menutup perusahaan justru bakal menimbulkan efek yang luar biasa. Angka pengangguran bertambah. Pemerintah tidak memberikan solusi cara kelangsungan hidup para buruh yang bekerja didalamnya.
Usaha untuk menutup perusahaan IKPP pada masa Pandemi Covid 19 tidak disepakati. Sama dengan membunuh masyarakat yang bekerja. Ada ribuan karyawan dan kontraktor didalamnya menggantungkan nasib. Belum lagi keluarganya di rumah menanti nafkah untuk hidup sehari – hari. Diperlukan pertimbangan khusus. Terutama karena menyangkut kelangsungan hidup ribuan orang banyak. Pemerintah harus mempunyai solusi untuk mengatasi penularan virus Corona. Padahal protokol kesehatannya juga ketat. Seperti diketahui, penularan virus Covid 19 berasal dari kedatangan pekerja sementara. Yang mana tergabung dalam ikatan kerjasama kontraktor dengan PT. IKPP. Kala itu, pekerja asal provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari salah satu perusahaan rekanan PT. IKPP terkonfirmasi Covid 19. (Sokhiaro Halawa)