Minggu, 19 Juli 2026

Ekonomi Masyarakat Terpuruk, YP3I Deklarasikan Closed Loop Economy

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Senin, 17 Agustus 2020 | 17:41 WIB
Surabaya NAWACITAPOST - Dipicu oleh kekhawatiran akan berlanjutnya krisis ekonomi dan antisipasi atas kemungkinan kesulitan kelangkaan pangan yang harus dihadapi oleh masyarakat, 200 Pesantren dan UKM yang diwakili oleh para Kyai dan Pengusaha berkumpul mendeklarasikan gerakan Closed Loop Economy.

Bertempat di Pesantren Riyadhul Jannah, Pacet Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (15/8/20) inisiatif ini digagas oleh Forum Peduli Bangsa yang sebagian besar diprakarsai para Kyai dari berbagai Pesantren Jawa Timur.

Sebagaimana kita ketahui sejak Covid 19 keadaan ekonomi masyarakat semakin tertekan, Bapenas memperkirakan akan terdapat pengangguran baru setidaknya 12 juta orang akibat Covid 19 ini.

Closed Loop Economy ini dilakukan untuk menyelamatkan Perekonomian dengan memanfaatkan konsumsi yang ada di lingkungan Pesantren sendiri.

Dengan tema Beli Pesantren, Bela Pesantren, Para tokoh yang tergabung di dalamnya berharap bisa melakukan upaya penyelamatan ekonomi dari Pesantren, Oleh pesantren, dan untuk pesantren.

Dalam pertemuan tersebut, YP3I (Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia) yang menjadi motor dari Gerakan ini juga memperkenalkan dua platform digital yaitu platform E-Commerce TRENPEDIA.ID dan platform E-Money ElDUPay.

Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom., Waketum YP3I bidang ekonomi yang juga Pemimpin gerakan Beli Indonesia dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa dengan upaya membangun ekonomi berbasis komunitas ini kita berharap bisa membuat Pesantren lebih mandiri, produktif, dan bisa berperan dalam menyelamatkan ekonomi masyarakat terutama membantu UMKM. Lebih lanjut Heppy menyatakan bahwa dengan mengutamakan membeli produk produk sendiri maka pertumbuhan ekon‘omi akan terjadi di kalangan mereka sendiri.

YP3I didirikan oleh para Kyai dan Tokoh-tokoh Nasional diantaranya Prof. DR. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, Alm. Gus Sholahudin Wahid, K.H. Mahfudz Syaubari, DR. Marzuki Alie, Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom., Prof. Ahmad Zahro, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi, Prof. Muhammad Nuh, K.H. lhya Ulumuddin, dan para Kyai dari berbagai pesantren.

YP3I membentuk gugus tugas ketahanan pangan, dengan nama program GEMAPETANI (Gerakan Masyarakat Pesantren untuk Ketahanan Pangan Indonesia). Sebagai ketua H. M. Agus Yahya mencanangkan 3 program utama:

1. Meningkatkan produktifltas pangan padi

2. Mengoptimalkan lahan tidur dan lahan baru untuk tanaman pangan

3. Menerapkan teknologi hasil panen untuk nilai tambah petani

Secara prinsip GEMAPETANI punya misi membahagiakan dan mensejahterakan petani. Sehingga tetap semangat menanam padi. Dan juga mendorong para generasi muda tertarik dan kembali menekuni agroindustri. Diharapkan generasi muda menjadi penggerak dan penerus pertanian Indonesia. Dengan menerapkan teknologi maju. Sehingga ketahanan pangan bisa terwujud dan berkesinambungan.

YP3I mentargetkan pilot proyek pembangunan ekonomi pesantren di Jawa Timur ini bisa berjalan dengan baik sehingga pola yang sama bisa diterapkan pada pesantren di seluruh Indonesia yang berjumlah 28.000 lebih.

Foto : (ki-ka) Yusuf Misbah - Sekjen YP3I, Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom., Waketum YP3I, DR. Marzuki Alie - Ketua Umum YP3I, saat conference pers usai Deklarasikan gerakan Closed Loop Economy. Sabtu, 15 Agustus 2020 di Pesantren Riyadhul Jannah, Pacet Mojokerto, Jawa Timur.

Ditemui secara terpisah, Sekertaris Jendral YP3I, Yusuf Misbah menyampaikan, memang saat ini Jawa Timur sebagai pilot project ketahanan pangan YP3I. Namun dari kepesertaannya sudah mencapai skala Nasional.

Sebagai ukuran, Gus Yusuf menjelaskan bahwa target untuk tahun ini, GEMAPETANI akan bekerjasama pemilik 2000 hektar lahan pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan secara Nasional. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini