BACA JUGA: Dr. Disiplin F. Manao, SH, MH Percaya Jodoh dari Tuhan Ketimbang Keinginan Manusia
Foto : pemuda pemudi yang akan dilakukan peneguhan sidi dan baptis
Seperti diketahui, Peneguhan Sidi adalah bagian dari pengakuan iman rasuli dalam gereja - gereja Protestan setelah melakukan Katekisasi. Katekisasi adalah pembinaan iman dalam gereja sesuai tradisi dan sejarah yang kuat. Seseorang juga bisa diteguhkan melalui Peneguhan Sidi oleh Pdt Sokhizanolo Halawa STh, Pdt distrik 24 lewat upacara dan ibadah di hadapan seluruh sidang jemaat. Disampaikannya di Gereja GNKP - Indonesia Jemaat Perawang, jalan M. Ali Ujung kampung Maredan Barat kecamatan Tualang kabupaten Siak, 16 Agustus 2020. Sebagai pendeta bersyukur karena atas kasih dan karunianya Yesus. Berkenaan memimpin anak - anak sampai mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya. GNKP - Indonesia jemaat Perawang di tanah Lancang Kuning kabupaten Siak, Riau sudah melakukan grade sistem. Yang mana ditujukan untuk anak - anak sekolah Minggu. Berlaku di gereja jemaat Perawang GNKP – Indonesia.
BACA JUGA: Ulang Tahun Jokowi, Disiplin Manao Kagum Jokowi, Tidak Terpaku Protokol yang Sangat Kaku
-
Sementara, kelas Alkitab diserahkan dalam mekanisme grade sistem. Anak – anak masuk di sekolah Katekisasi kurun waktu satu tahun dalam pengajaran iman. Lantaran demikian kurikulum sekolah Minggu dan grade sistemnya. Jadi anak - anak digembleng diberikan pembelajaran dan pembekalan iman dulu. Tentunya sebelum melakukan Peneguhan Sidi dalam satu tahun pengajaran iman. Sesudahnya diteguhkan di hadapan Tuhan dan disaksikan oleh ratusan warga jemaat yang hadir Minggu. Lalu dibaptis. Lantas akan menjadi warga jemaat yang sudah dewasa dan mandiri kegiatan gerejawi dalam rutinitasnya. Yakni berupa ibadah - ibadah. Seperti ibadah keluarga, sudah bisa diikutsertakan. Jadi anak - anak yang sudah melakukan jawab orang tuanya. Sementara sebagai gereja dan jemaat juga hamba Tuhan, baik dalam pelaksanaan sekolah Katekisasi sampai peneguhan, maka punya harapan. Bahwa bisa menjadi para pemuda pemudi yang tumbuh sebagai anak remaja yang mampu menjadi tonggak gereja GNKP – Indonesia. Terutama untuk sebuah masa depan dalam perubahan di kemudian hari. (Sokhiaro Halawa)
BACA JUGA: Dr. Disiplin F. Manao, SH. MH., Hakim Tinggi Dulunya Pernah Jadi Seorang Reporter