Kamis, 4 Juni 2026

Telkom Indonesia Tak Pantas Sandang Kelas Internasional, Pelayanan Jauh dari Harapan

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Jumat, 14 Agustus 2020 | 13:58 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Kebutuhan digital kini hampir sebagian besar jadi prioritas. Terlebih dalam mengakses beragam hal. Seperti situs – situs website yang menjangkau berbagai infomasi diperlukan dalam rutinitas sehari – hari. Biasanya mengakses situs website dengan mengaktifkan paket internet. Salah satu pelayanan penyedia akses paket internet adalah Indihome. Indihome merupakan singkatan dari Indonesia Digital Home. Adalah salah satu produk layanan dari PT. Telekomunikasi (Telkom) Indonesia. Berupa paket layanan komunikasi dan data. Diantaranya internet rumah, telepon rumah dan TV Interaktif (IndiHome TV) dengan beragam pilihan paket. Kini, jaringan IndiHome sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan internet yang lebih baik bagi masyarakat. IndiHome resmi diluncurkan pada tahun 2015. IndiHome termasuk salah satu program dari proyek utama Telkom, Indonesia Digital Network 2015.

BACA JUGA: Tangan Ahok Sapu Bersih Enyahkan Korupsi di Tubuh Pertamina

Foto : Telkom Indonesia Indihome

Tapi cukup mengejutkan. Telkom mengklaim. Produk Indihome telah dipesan sebanyak 2000 setiap harinya oleh pelanggan sepanjang tahun 2015. Pelanggan dengan respon terbaik berada di Jabodetabek (Jakarra, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Lalu terhitung hingga Mei 2015, jumlah pelanggan Indihome telah mencapai 350 ribu pelanggan di seluruh Indonesia. Lantas klaim rasanya tidak berdasar. Lantaran tidak sedikit pelanggan mengeluhkan pelayanan yang disuguhkan. Salah satunya ada Anita dan Rosalia. Anita merupakan pelanggan yang ada di daerah Utan Kayu, Jakarta Timur. Sementara Rosalia merupakan pelanggan yang ada di daerah Bekasi. Sama – sama tidak nyaman dengan pelayanannya. Ketika menelepon ke layanan konsumen atau pelanggan, respon tidak sesuai harapan.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

-
Foto : Keluhan pelanggan

Prosedur yang tidak bisa dipahami. Selalu ucap, nanti diteruskan ke bagian terkait. Baik keluhan untuk pemasangan baru maupun alami gangguan. Namun, hingga hitungan minggu justru hanya angin lalu. Call centrenya pun malah meminta biaya tidak jelas ke konsumen atau pelanggan dengan alasan pemasangan baru. Harus ada embel - embel biaya marketing. Ya nilainya memang tidak seberapa. Tapi bernilai cukup menguras kantong. Sebesar 275 ribu. Sesaat hanya mampu memberikan angin segar belaka. Padahal terlihat saat promo di beragam tempat, berkelas Internasional. Bahkan mottonya the world in your hand yang artinya dunia didalam genggamanmu. Layaknya tak pantas sandang motto demikian dan kelas Internasional. Pelayanannya saja jauh dari harapan. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Gibran, Sang Putra Presiden Jokowi Ditantang Wanita Cantik

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini