Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan penerima KUR ini akan membantu masyarakat yang terkena dampak PHK.
Baca Juga : Presiden Jokowi Saksikan Geladi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI
"Latar belakangnya sesuai dengan arahan presiden, bahwa di Ratas 3 Agustus 2020, para pimpinan KL agar dapat geser anggaran ke bidang lebih produktif seperti pinjaman dengan bunga 0% terutama pekerja terkena PHK atau bidang usaha yang terkena masalah. Berikan pinjaman antara Rp2,5 juta sampai Rp5 juta dengan bunga 0%," kata Iskandar di Jakarta, Kamis (13/8/2020).
Iskandar menjelaskan persyaratan utama penerima KUR ini adalah memiliki atau akan membangun usaha makro. Kedua, lama usaha calon penerima KUR Super Mikro tidak dibatasi minimal 6 bulan.
"Lama usaha calon penerima KUR Super Mikro tidak dibatasi minimal 6 bulan," jelasnya.
Ia memaparkan skema baru KUR super mikro itu akan menanggung bunga kredit super mikro sebesar 19% hingga Desember 2020. Suku bunga kredit yang diterima debitur adalah 0% hingga akhir tahun. Dengan demikian, setelah lewat tahun 2020, nantinya peminjam akan dikenakan suku bunga 6% atau setara suku bunga KUR.