Kamis, 4 Juni 2026

DPRD Jombang Pertanyakan Kenapa Tidak Ada Sekolah Tangguh

Photo Author
Administrator, Nawacita Post
- Kamis, 30 Juli 2020 | 22:26 WIB
Jombang, NAWACITAPOST - Kampung Tangguh sudah diterapkan dan diresmikan, Pasar Tangguh sudah, Wisata Tangguh sudah, Industri Tangguh sudah, Pesantren Tangguh sudah, kenapa belum ada Sekolah Tangguh ?

Pertanyaan sekaligus statmen tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi D DPRD Jombang, Fraksi Partai Demokrat, H. Syarif Hidayatullah atau kerap disapa dengan sapaan Gus Sentot, saat diwawancarai awak media, di Kantor DPC Demokrat pada Kamis (30/7/2020) siang.

Menurutnya, pola konsep Sekolah Tangguh juga perlu untuk diterapkan ditengah pandemi Covid 19, artinya, sekolah bisa berjalan dengan cara KBM (Kegiatan belajar mengajar) tatap muka namun tetap memakai protokol kesehatan secara ketat.

Politisi dari Partai Demokrat ini juga memberikan penjelasan, bahwa sebenarnya pola penerapan sekolah tangguh itu, kata dia, sebenarnya lebih mudah, daripada daripada menjalankan Wisata Tangguh atau Pasar Tangguh yang sidah diresmikan selama ini.

" Sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengekang siswa agar taat aturan itu lebih mudah, daripada di Pasar, Wisata atau Mall (red.pusat pembelanjaan), karena sekolah itu punya sanksi bagi siswanya, beda dengan tempat wisata mana ada sanksinya dan berupa apa sanksi bagi pelanggar saat melakukan wisata " Ujar politisi sekaligus pembina Asrama di Ponpes Darul Ulum ini.

Masih keterangan Gus Sentot, walau pada aturannya, didunia pendidikan itu mengacu pada permendiknas, masuknya sekolah tergantung zona (perkembangan Covid 19) dan lainnya, menurut Gus Sentot hal itu urusan belakang, karena di masyarakat sudah banyak keluhan masyarakat agar sekolah dimasukkan.

BACA JUGA : Umumkan Kelulusan AKPOL 2020 , Kapolda Sumut : Jadilah Perwakilan Sumut Yang Mampu Meraih Adhy Makayasa


"Banyak masyarakat teriak sekolah dimasukan, karena banyak masalah, pertama ekonomi, artinya walau sekolah daring mereka masih harus bayar SPP, harus menyediakan HP dan paket kuota internet, bagi masyarakat ekonomi kuat mungkin mereka tidak terasa, tapi bagi ekonomi menengah kebawah pasti mereka mengeluhkan hal ini, terkadang jika di suatu desa yang jaringannya internet tidak ada, bagaimana solusi yang ditawarkan oleh pemerintah " jelasnya.

Bahkan, menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Pancasila Jombang ini, keluhan masyarakat perihal kegiatan belajar mengajar secara daring ditengah pandemi ini, langsung terdengar ditelinganya dan faktanya juga ada didepan mata.

" Sekarang yang terjadi, orang tua harus mengajari anak, padahal tidak semua orang tua itu lebih faham dari anaknya, banyak yang tidak mengerti, banyak yang teriak, apalagi anaknya yang lebih dari satu, pasti akan kesulitan " tegasnya.

Lanjutnya, belum lagi kendala orang tua yang sibuk kerja, pasti hal itu tidak maksimal.

" Oleh sebab itu, saya berharap, menampung aduan dan fakta yang ada, agar sekolah bisa dibuka dengan cara kedepankan protokol kesehatan, atau istilah Sekolah Tangguh" pinta Gus Sentot (TS)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini