Kamis, 4 Juni 2026

Sekolah Tidak Pernah Pakai Sepatu, Pratikno Kini Jadi Menteri 2 Periode Jokowi

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Selasa, 14 Juli 2020 | 15:17 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST –  Prof. Dr. Drs. Pratikno, M.Soc.Sc. atau disapa Pratikno lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg) yang menjabat sejak 27 Oktober 2014. Sebelumnya dia merupakan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ke 14. Dia juga pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Pada tahun 2009 silam, dia mendapat kepercayaan KPU untuk menjadi salah satu pemandu Debat Calon Presiden 2009.  Sebelumnya nama Pratikno belum tenar. Dia terlahir sebagai anak Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sejak SD sampai SMA, bersekolah di kota kelahirannya. Namun, sama sekali tak ada gedung sekolah di daerah tempat tinggalnya. Saat SD, Pratikno dan teman - teman belajar di rumah kepala desa.

BACA JUGA: Yasonna Maklum Tak Disukai, Utamakan Prinsip Kebaikan Bangsa dan Negara

Foto : Presiden Jokowi dan Mensekneg Pratikno

Kala SMP, Pratikno sudah merasakan hidup jauh dari orang tua. Lokasi SMP sangat jauh dari rumah. Dia terpaksa mengekos. Jarak rumah dan SMPnya puluhan kilometer. Orang tua Pratikno melepas Pratikno remaja di tempat yang jauh karena sadar pentingnya pendidikan. Maklum, keduanya adalah guru SD. Berkeinginan Pratikno bisa lebih sukses dari kedua orang tuanya saat dewasa nanti. Di perantauan, Pratikno melanjutkan gaya hidup sederhana yang dibawa dari rumah. Begitu pun saat dia melanjutkan studi sekolah menengah atasnya di Kota Bojonegoro. Selepas lulus di tahun 1980, Universitas Gadjah Mada adalah tempat pemberhentian Pratikno selanjutnya. Dia memilih Jurusan Pemerintahan di FISIPOL UGM. UGM adalah alternatif yang terbaik. Bukan tanpa sebab juga, UGM (dulu) dijuluki sebagai “kampus rakyat”. Lantaran dikenal mau menampung anak - anak cerdas dari seluruh pelosok tanah air.

BACA JUGA: Makan Siang dan Arahan Menkumham Yasonna Laoly kepada Manajemen Nawacitapost

-
Foto : Presiden Jokowi dan Mensekneg Pratikno

Kecerdasan Pratikno terbukti di kampus. Terlebih disaat dia menjadi mahasiswa terbaik di jurusannya saat kuliah memasuki semester III. Tekadnya yang kuat juga mendorong Pratikno untuk aktif. Terutama di berbagai forum diskusi maupun mengikuti lomba riset mahasiswa. Beberapa penghargaan berhasil dia raih dari lomba riset. Tulisan - tulisannya juga sempat mampir di beberapa media terkemuka. Yang mana ada di Pulau Jawa pada pertengahan tahun 1980. Lumayan untuk menambal biaya hidup Pratikno selama di Jogja. Pratikno melanjutkan studi pasca sarjananya ke luar negeri, baik untuk meraih gelar master maupun doktor. Diantaranya S2 di Department of Development Administration University of Birmingham, Inggris, selama 1989-1991 dan S3 di Department of Asian Studies, Flinders University of South Australia tahun 1992-1996. Karirnya di UGM dimulai dengan menjadi pengajar di tahun 1986 usai gelar sarjana diraih. Sampai pertengahan tahun 2000an, karirnya makin menanjak. Tahun 2003, dia ditunjuk menjadi Direktur Progam Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah. Hingga 2004 juga dia menjabat sebagai Wakil Dekan bidang Akademik FISIP UGM.

BACA JUGA: Lobby Tingkat Tinggi Yasonna, Sukses Pemerintah Jokowi

-
Foto : Presiden Jokowi dan Mensekneg Pratikno

Salah satu prestasi terbaiknya adalah di tahun 2009. Pratikno terpilih menjadi moderator debat calon presiden. Masuk di tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu. Bidang akademik, kesuksesan puncak Pratikno adalah berhasil menduduki kursi Rektor UGM. Yakni untuk masa kepengurusan tahun 2012-2017. Namun, jabatan prestisius harus ditinggalkan Pratikno saat 2014 lalu. Dia dipanggil oleh sahabat lamanya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Terlebih untuk menemaninya bekerja di istana sebagai Mensekneg. Pada 23 Oktober 2019, Presiden Jokowi kembali menunjuknya sebagai Mensekneg dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024. Namun, kesuksesan bukan tanpa oerjuangan. Terbukti dialami olehnya. Kala bersekolah, dirinya tidak pernah memakai sepatu. Tak lain karena keterbatasan ekonomi keluarga. Setelah itu, Pratikno menjadi satu - satunya yang melanjutkan SMP. Meski masih belum dewasa, dia sudah mulai hidup mandiri. Karena sudah terbiasa menjalani rutinitas sehari-hari seorang diri, Pratikno pun melanjutkan SMA di Bojonegoro, yag berjarak 40 kilometer dari rumahnya. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini